Pendeteksian Kasus TB
Percepat Pendeteksian Kasus TB di Denpasar, Jadikan Penderita TB yang Sembuh Sebagai Agen. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Masih adanya masyarakat yang rentan terhadap TB tidak mau berobat tentunya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Denpasar dalam mengentaskan kasus TB di Kota Denpasar. Demikian disampaikan Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, M.Kes menyampaikan saat penyerahan sembako pada 150 penderita TB di Kota Denpasar, Jumat (31/3/2023) di kantor cabang PPTI Kota Denpasar.

“Untuk mendeteksi secara dini penderita kasus TB di Kota Denpasar kami harapkan para penderita yang telah sembuh agar menjadi agen informasi bagi masyarakat yang rentan kena kasus TB,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang rentan kena kana kasus TB adalah masyarakat yang salah satu keluarganya kena TB. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak kena TB.

Lebih lanjut dr. Dharmayuda menambahkan, di tahun 2023 Pemerintah Kota Denpasar menargetkan 27 ribu pendeteksian masyarakat yang rentan kena kasus TB. Dengan adanya agen langsung dari penderita TB yang telah sembuh diharapkan dapat memberikan informasi yang benar pada masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Pendidikan Nasional, Pemkot Denpasar Lakukan Pencatatan Rekor Muri Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah

Terkait dengan pemberian sembako pada penderita, dr. Dharmayuda berharap dapat membantu meningkatkan asupan gizi penderita disamping juga serangkaian hari TB sedunia dan HUT ke-235 Kota Denpasar. Menurutnya, penderita TB pasti sembuh bila mengikuti aturan pengobatan yang telah ditentukan yaitu minum obat tanpa putus selama 6 bulan, disamping juga tetap menjaga kesehatan melalui asupan gizi dan olah raga serta tetap menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami harapkan pada para penderita jangan putus asa untuk meminum obat. Agar meminum obat sesuai aturan yang telah ditentukan,” tambahnya.

Baca Juga :  BASABali Wiki Gelar Konferensi Pemuda Bali, Perkuat Peran Pemuda dalam Menyikapi Isu Publik dan Melestarikan Budaya

Disamping itu dr. Dharmayuda meyakinkan penderita TB, bahwa obat yang didapatkan dari puskesmas adalah gratis.

Ketua Badan PPTI Cabang Kota Denpasar, dr. I Made Sudhana Satrigraha menyampaikan, tujuan pemberian sembako ini untuk membantu meningkatkan gizi penderita. Saat ini baru 150 paket sembako di serahkan yang pertahunnya dianggarkan 1.000 paket sembako. Lebih lanjut dr. I Made Sudhana menambahkan, sampai saat ini jumlah kasus TB di Kota Denpasar fluktuatif tiap tahunnya. Sesuai data yang ada tahun 2020 jumlah kasus TB di Denpasar sebesar 1.086 kasus, tahun 2021 sebesar 1.050 kasus dan tahun 2022 sebesar 1.363 kasus. Dari kasus ini ada tingkat masyarakat beresiko yang harus menjadi perhatian serius terutama bila ada keluarnya yang kena TB.

Baca Juga :  Pj Gubernur Bali Apresiasi dan Dukung Rakorda Pemberantasan Korupsi Pada Pemerintah Daerah di Wilayah V Tahun 2024

“Kami harapkan masyarakat yang ada kerluarganya pernah kena TB agar keluarga yang lain melakukan pemeriksaan ke puskesmas terdekat,” ujarnya.

Hal ini untuk menekan pertumbuhan kasus TB di Kota Denpasar.

Salah seorang penderita TB, Ketut Sulatri berumur 28 tahun yang tinggal di Gatsu Timur menyampaikan, sebelumnya ia menderita batuk tanpa henti selama sebulan. Setelah melakukan pemeriksaan ke dokter batuknya sempat sembuh, namun setelah beberapa minggu kembali batuk. Terus atas saran dari petugas PPTI untuk melakukan pengecekan dahak dan diketahui positif TB.

“Saya telah minum obat selama 3 minggu, dan sekarang batuknya sudah berhenti,” ujarnya.

Ia berterima kasih pada Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan dan petugas PPTI yang selalu memberikan perhatian bagi penderita TB.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News