Atap Rumah Runtuh
Salah satu rumah warga yang terdampak angin puting beliung yang terjadi Minggu malam di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Angin kencang terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Buleleng. Namun yang paling parah terjadi di Kecamatan Gerokgak tepatnya di Desa Banyupoh dan Desa Pemuteran, sebab sejumlah rumah mengalami kerusakan diakibatkan angin kencang yang sudah terjadi sejak Minggu (5/2/2023) siang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, total untuk di Desa Banyupoh dan Desa Pemuteran ada sebanyak 7 rumah yang dilaporkan rusak dikarenakan angin kencang atau angin puting beliung yang terjadi paling keras Minggu malam.

Baca Juga :  Pj Bupati Lihadnyana Terima Rombongan Stula PKP ke Buleleng

Masing-masing rumah warga yang rusak tercatat di Wilayah Desa Banyupoh ada 6 rumah dan di Desa Pemuteran baru ada laporan masuk 1 rumah. Dimana rata-rata kerusakan dari ketujuh rumah ada pada bagian atap yang diterbangkan oleh angin kencang atau angin puting beliung.

“Untuk sementara baru itu yang dilaporkan tapi besok (Selasa) kita akan lakukan assessment ke lokasi terdampak bencana sekaligus memberikan bantuan sementara berupa sembako,” jelas Ariadi saat dihubungi, Senin (6/2/2023).

Melihat cuaca yang terus berubah-ubah Ariadi meminta kepada masyarakat agar terus waspada dalam beraktivitas. Apabila sudah terjadi perubahan cuaca sesegera mungkin berhati-hati dan agar tidak sampai terjadi hal-hal tidak diinginkan.

“Kita tetap ingatkan masyarakat agar selalu waspada, apalagi kondisi cuaca yang tidak menentu bisa terjadi hujan ataupun angin kencang,” pintanya.

Baca Juga :  Minum Wine Bisa Cegah Kanker? Ini Dia Bulde Wine!

Ariadi bahkan menyampaikan, bencana tidak hanya mengakibatkan rumah warga rusak, sebelum itu pihaknya juga telah menerima laporan sebuah pohon kunyit-kunyitan berdiameter kurang lebih 2m² tumbang menghalangi sungai dan menimpa pelinggih di Banjar Dinas Geria Banyupoh. Namun kini pohon tersebut telah dievakuasi, untuk kerugian ditafsir Rp3 juta-an.

“Saya terima laporannya Minggu malam jadi penanganan baru dilakukan tadi pagi sampai siang dan semuanya sudah norma kembali,” pungkasnya.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News