Pantau Harga di Pasar
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Sekda Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana saat mendampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati bersama TPID Provinsi Bali memantau harga di Pasar Badung, Kota Denpasar, Selasa (31/1/2023). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mendampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati bersama TPID Provinsi Bali meninjau harga di Pasar Badung, Kota Denpasar, Selasa (31/1/2023). Peninjauan perkembangan harga tersebut merupakan langkah nyata dan berkelanjutan dalam rangka menjaga stabilitas inflasi di Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Sekda Kota Denpasar, I.B Alit Wiradana, TPID Provinsi Bali, TPID Kota Denpasar, serta Pimpinan OPD terkait.

Sejak tiba, Wagub Cok Ace langsung menuju beberapa penjual komoditi yang menjadi indikator inflasi. Mulai dari pedagang cabe rawit, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, beras, telur dan komoditi lainnya. Berdasarkan pemantauan, diketahui komoditi bawang merah untuk harga operasi pasar Rp27 ribu dan harga pasar Rp30 ribu, cabe rawit merah untuk harga operasi pasar dan harga pasar sama-sama Rp45 ribu, cabe merah besar untuk harga operasi pasar dan harga pasar sama-sama Rp25 ribu, telur untuk harga operasi pasar Rp47 ribu dan harga pasar Rp49 ribu dan beras putri harga operasi pasar dan harga pasar sama-sama Rp13 ribu/Kg.

Baca Juga :  Danamon Umumkan Kinerja Keuangan pada Kuartal I Tahun 2024

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardhana Sukawati didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho usai peninjauan menjelaskan, kunjungan ini dilaksanakan untuk memastikan perkembangan harga di Pasar Badung. Hal ini utamanya dalam mendukung pengendalian inflasi di Provinsi Bali, khususnya Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini perkembangan harga komoditi indikator inflasi masih berfluktuatif. Karenanya, beragam upaya akan terus dioptimalkan. Salah satunya yakni optimalisasi saluran komunikasi dan informasi.

“Masih ditemukan margin yang lumayan tinggi antara harga di Operasi Pasar dan Harga Pasar, sehingga selain ketersediaan stok, pola distribusi, sistem komunikasi juga akan kami optimalkan untuk mendukung pengendalian inflasi, sehingga petani untung, pedagang untung sewajarnya dan konsumen tidak terlalu mahal,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan, Pemkot Denpasar bersama seluruh jajaran yang dalam hal ini TPID Kota Denpasar terus fokus dalam pengendalian inflasi. Dimana, pada APBD TA 2023 telah dianggarkan sekitar Rp5 miliar untuk mendukung  kegiatan pengendalian inflasi.

Baca Juga :  PLN Sukses Hadirkan Listrik Aman Selama Masa Libur Idul Fitri 2024 di Bali

“Jadi kita fokus, konsisten dan berkelanjutan dalam mendukung pengendalian inflasi di Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam rangka percepatan pengendalian inflasi daerah, Pemkot Denpasar bersama TPID akan menggencarkan beragam langkah strategis. Yakni melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan akan menggelar Bazzar Pangan, Pemantauan Stok, Pasokan dan Harga Pangan, Gerakan Menanam (April – Mei 2023), Bantuan Sarana dan Prasarana Budidaya Ikan (Mei – Juni 2023) dan Bantuan Pakan Ikan (Juli – Agustus 2023).

Selanjutnya kata Arya Wibawa, melalui Dinas Pertanian akan melaksanakan kegiatan pengawasan penggunaan sarana pendukung pertanian, sesuai dengan komoditas, teknologi dan spesifik lokasi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melaksanakan Operasi Pasar/Pasar Murah, Pemantauan Harga di 5 Pasar yaitu  Pasar Ketapean, Pasar Badung, Pasar Kreneng, Pasar Agung dan Pasar Nyanggelan (Setiap Hari) dan Kegiatan Rutin Monev Informasi Harga Bahan Makanan Pokok dan Strategis lainnya di Pasar Tradisional setiap Senin dan Kamis.

Baca Juga :  Peringatan Hari Otoda Nasional, Jaya Negara Menerima Dua Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dan Nilai Tinggi EPPD

“Sinergitas antar OPD akan terus digencarkan, termasuk Perumda Pasar Sewakadarma yang akan menggencarkan  Operasi Pasar, Pasar Murah, Pasar Rakyat, dan menjalin Kerja sama Bisnis dengan Penyedia Barang Kebutuhan Pokok, semoga target yang ditetapkan yakni inflasi di bawah 5 persen bisa kita wujudkan bersama,” ujarnya.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News