UHN IGB Sugriwa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI – Pemanfaatan media sosial (medsos) sebagai media promosi ataupun penyebaran informasi saat ini terus berkembang. Terlebih dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Medsos seakan menjadi senjata pamungkas untuk mengenalkan produk. Apalagi para pelaku UMKM yang ada di desa wisata.

Kendati demikian, para pelaku UMKM belum sepenuhnya memanfaatkan platform digital untuk melakukan promosi. Sama halnya seperti di Desa Wisata Penglipuran. Sebanyak 50 persen para pelaku UMKM telah memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk. Sisanya masih dilakukan secara konvensional.

“Kami di sini baru 50 persen. Belum semua. Rata-rata masih manual. Jadi harapan kami bisa semua. Minimal 90%,” ujar Lurah Kubu, I Dewa Gede Purnama, Sabtu (7/1/2023).

Atas kondisi itu, mahasiswa Pascasarjana Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Hindu Pascasajana Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Wisata Penglipuran. Pengabdian masyarakat dikemas dalam format talkshow yang menekankan terkait Komunikasi Pemasaran Terpadu. Desa Wisata Penglipuran merupakan salah satu desa wisata di Bali dengan daya tarik berupa tata ruang desa dan arsitektur bangunan tradisional yang khas.

Begitu juga dengan adat istiadat yang unik dan mendapat julukan desa terbersih ketiga dunia menurut Green Destinations Foundation.

Baca Juga :  Angkringan Negaroa Bahagia Resmi Buka di Terminal Kaliakah

Masyarakat Desa Wisata Penglipuran juga memiliki keanekaragaman di segi hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mulai dari makanan dan kerajinan. Namun tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk memasarkan hasil UMKM mereka. Ini karena kurangnya pengetahuan tentang komunikasi pemasaran terpadu. Sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk mencoba membuat terobosan baru dalam menjalankan usaha yang selama ini mereka rintis.

“Jadi UHN IGB Sugriwa ini tepat melakukan pengabdian masyarakat seperti ini. Ini masukan untuk kami untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap pariwisata. Karena kami sadari pariwisata itu harus terus berbenah setiap tahun. Kami juga selalu membuat inovasi setiap tahunnya untuk itu. Dan rencana tahun 2023 ini ada pengembangan hutan bambu seluas 1 hektare. Kami selaku pemerintah selalu mendukung kebutuhan,” terang Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, saat dikonfirmasi usai sebagai keynote speaker.

Baca Juga :  Bangkitkan UMKM dengan Digitalisasi dan Networking

Penataan kawasan wisata pun sangat diperlukan untuk menarik wisatawan. Dalam kawasan tempat wisata tentunya akan didukung pula dengan perputaran ekonomi dari para pelaku UMKM.

Di sinilah diperlukan penataan produk. “Jangan produknya aja yang ditata rapi, pedagangnya juga harus rapi dan bersih. Sehingga wisatawan nyaman berkunjung,” ungkap Ngakan Acwin Dwijendra, salah satu narasumber yang dihadirkan.

Dari kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM yang terlibat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) dapat melakukan pemasaran terpadu secara digital. Baik itu melalui media sosial yang dimiliki seperti Facebook, Instagram, TikTok maupun melalui platform e-commerce seperti Shopee hingga Tokopedia.

“Jadi targetnya seperti itu. Kami berharap para pelaku UMKM ini melek digital sehingga produk yang tadinya dipasarkan secara konvensional bisa lebih dikenal lagi dengan memanfaatkan multi-platform yang tersedia. Kami pun akan dampingi pula,” ujar Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasajana UHN IGB Sugriwa, Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si.

Baca Juga :  Kena Sanksi Adat, Satu Keluarga di Catur Terisolasi Sosial

Program pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan baik oleh dosen maupun mahasiswa. Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa mampu berinteraksi secara langsung dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan Sabtu (7/1/2023) dengan tema ‘Penguatan Potensi Masyarakat Desa Penglipuran Berbasis komunikasi Pemasaran Terpadu’.

“Ada tiga tujuan dari pelaksanaan PKM yang ingin dicapai. Menambah wawasan mahasiswa dan masyarakat terkait dengan komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication). Dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam melakukan pengelolaan bagi desa wisata. Menjadikan PKM ini sebagai ajang mahasiswa untuk dapat turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial,” terang Ketua Panitia PKM, Putu Adi Narendra, seusai acara.(an/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini