Denpasar
Wali Kota Denpasar, I.G.N Jaya Negara berkeliling meninjau Pelabuhan Sanur disela sela mengikuti prosesi upacara Karya Mulang Dasar, Mendem Pedagingan, Mecaru, Melaspas dan Mulang Pakelem bertepatan pada Saniscara Wage Julungwangi, Sabtu (24/12/2022). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasca selesainya pembangunan dan mulai beroperasinya Pelabuhan Sanur, digelar upacara Karya Mulang Dasar, Mendem Pedagingan, Mecaru, Melaspas dan Mulang Pakelem bertepatan pada Saniscara Wage Julungwangi, Sabtu (24/12/2022).

Rangkaian prosesi upacara dipuput oleh dua Sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santa Chita Griya Budha Jadi Tabanan dan Ida Pedanda Gede Wayahan Wanasari, Griya Wanasari, Sanur.

Wali Kota Denpasar, I.G.N Jaya Negara secara langsung mengikuti salah satu prosesi upacara yaitu Mendem Pedagingan di area Padmasana Pelabuhan Sanur.

Dalam kesempatan itu juga turut hadir Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Arif Toha Tjahjagama, Kepala KSOP Benoa, Ridwan Chaniago, stakeholder terkait serta undangan lainnya.

Baca Juga :  Perguruan Tinggi Diharapkan Cetak SDM Berdaya Saing

Wali Kota Denpasar, I.G.N Jaya Negara mengatakan, keberadaan Pelabuhan Sanur sangat strategis sebagai daya dukung pengembangan pariwisata di Bali, khususnya Kota Denpasar. Selain juga sebagai pendukung konektifitas masyarakat dalam hal transportasi terpadu.

Kota Denpasar sebagai kota berbudaya, menyikapi beroperasinya Pelabuhan Sanur dengan baik secara nyata juga perlu didukung dengan harmonisasi antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai implementasi ajaran Tri Hita Karana.

“Sradha Bhakti para penanggungjawab pembangunan Pelabuhan Sanur baik Pemerintah dan stakeholder lainnya tercermin dalam aktivitas Yadnya secara gotong-royong. Ini menunjukkan spirit Vasudhaiva Kutumbakam (gotong-royong) telah dijalankan secara nyata dalam pembangunan dan pengoperasian Pelabuhan Sanur dan semoga hal baik akan selalu menyertai,” ujar Jaya Negara.

Sementara Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Arif Toha Tjahjagama didampingi Kepala KSOP Benoa, Ridwan Chaniago mengatakan, keberadaan Pelabuhan Sanur sebagai pendukung konektifitas masyarakat dalam bertransportasi terpadu sangat lekat dengan unsur kebudayaan Bali. Dapat dilihat mulai dari segi filosofi dan bentuk arsitektur bangunan.

“Untuk itulah upacara Yadnya yang dilakukan di Pelabuhan Sanur kali ini diharapkan dapat memberikan juga energi positif secara spiritual yang dapat semakin mendukung tujuan baik dari pembangunan Pelabuhan Sanur. Semoga manfaatnya semakin dapat dirasakan bagi pariwisata dan masyarakat di Bali, khususnya di Kota Denpasar,” ujarnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini