SENASTEK
Simposium Nasional Riset dan Abdimas Inovatif Berkelanjutan Tahun 2022 Sebagai Bentuk Diseminasi Penelitian dan Pengabdian. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Simposium Nasional Riset dan Abdimas Inovatif Berkelanjutan, dengan menggabungkan agenda rutin tahunan Seminar Nasional Sains dan Teknologi (SENASTEK) IX dengan Seminar Nasional Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (SENASDIMAS) yang baru dilaksanakan pertama kali pada tahun 2022 ini dilaksanakan di The Patra Resort & Villas pada tanggal 29 November – 1 Desember.

Acara ini dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM UNUD) yang dihadiri oleh Rektor Universitas Udayana yang sekaligus membuka acara, Ketua dan Sekertaris LPPM, para Keynote Speakers yang berjumlah tiga orang, undangan para dekan dan kepala unit di lingkungan Universitas Udayana, beberapa rektor perguruan tinggi di sekitar Kota Denpasar, serta peserta dan pemakalah/presenter yang akan mempresentasikan dan mendeseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakatnya.

Baca Juga :  Musyawarah Anggota XIII dan Serah Terima Jabatan UMCC 2022

Acara utama simposium nasional ini terdiri dari Plenary dan Paralell Session, serta mengundang enam orang keynote speaker dari kementerian dan praktisi industri. Keynote Speakers yang diundang adalah Ferry Ramadhan, ST., M.Si. (Koordinator Fungsi PPBT/PPBR (Startup)); Narendra Wicaksono (CEO – Decoding); dan yang terakhir adalah Bagus Arya Kusuma, S.Sos., MM. (Founder Padma Medical Husada (Padma Herbal).

Plenary Session terbagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama di moderatori oleh Ni Putu Sri Harta Mimba, SE., M.Si., Ph.D., Ak, CA, CMA. (Program Studi Akuntasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana) dan Dr. Ni Ketut Arismayanti, SST.Par., M.Par. (Program Studi Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana).

Baca Juga :  Siloam Hospital Grup dan Fakultas Kedokteran Unud Jajaki Kerja Sama

Dalam sambutannya, Rektor UNUD menyampaikan bahwa SENASTEK dan SENASDIMAS merupakan salah satu cara mengembangkan jejaring penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pada penerapan hasil riset, luaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus mendapatkan rekognisi nasional dan internasionnal serta harus berdampak kepada masyarakat.

“LPPM UNUD agar terus secara rutin melaksanakan SENASTEK, SENASDIMAS, Seminar Bakti Desa (SBD) dan terus meningkatkan manajemen penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga mampu menghindari hal – hal yang tida diinginkan,”ujar Prof Antara.

Ketua LPPM, Prof. Dr. I Nyoman Suarsana, ketika diwawancarai menambahkan, persiapan acara simposium nasional ini sudah dimulai sejak tiga bulan yang lalu pada Bulan September.

Membentuk kepanitiaan yang terdiri dari dosen – dosen dan pegawai yang tersebar di 13 fakultas di Universitas Udayana. Acara Senastek IX diketuai oleh Dr. Gatot Karohika dari Fakultas Teknik dan Senasdimas I diketuai oleh Agus Muliantara, S.Kom., M.Kom dari Fakultas MIPA.

Baca Juga :  Tandatangani Perjanjian Kerja Sama, Pimpinan FTP Brawijaya Berkunjung Ke FTP Unud

Kegiatan Senastek dan Senasdimas ini diikuti oleh peneliti dan pengabdi yang mendapatkan pendanaan internal dari Universitas Udayana, yaitu dari PNBP dan DRTPM. Jumlah peserta yang mengikuti simposium nasional dan penerima manfaat dana ini berjumlah kurang lebih 1.127 orang, dengan rincian untuk penelitian berjumlah 913 makalah/judul penelitian dan 214 adalah makalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Peserta itu akan melakukan presentasi dan diseminasi hasil kegiatan penelitian dan pengabdian yang telah dilakukan sebelumnya. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini