Denpasar
Diklat Peningkatan Keterampilan bagi UMKM dibuka secara resmi oleh Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dr. I Dewa Made Agung, SE., M.Si., ditandai dengan pengalungan tanda peserta bersama Chef Hendra Mahena, Ketua Indonesian Chef Association Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Koperasi bersama dengan Indonesian Chef Association (ICA) Bali, menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Keterampilan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilaksanakan pada Senin (7/11/2022) bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Denpasar.

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kot Denpasar, Dewa Made Agung dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada penyelenggaran Diklat Peningkatan Keterampilan bagi Usaha Mikro di Denpasar.

Disampaikan pula saat pandemi Covid-19, UMKM sektor kuliner masih bertahan meskipun tidak begitu signifikan. Beda halnya dengan sektor pariwisata yang sangat merasakan dampaknya.

“Kami berharap dengan adanya Diklat Peningkatan Keterampilan Bagi Usaha Mikro di sektor kuliner ini dapat menumbuhkan kreatifitasnya agar tidak kalah bersaing dengan usaha-usaha baru yang sejenis. Pelaku kuliner juga harus memanfaatkan platform-platform pemasaran digital agar produknya dapat dikenal lebih luas,” kata Dewa Made Agung.

Baca Juga :  Permudah Akses Data Pangan, Pemkot Denpasar Sosialiasasikan Si Papa Online

Dewa Made Agung mengatakan, Usaha kuliner adalah salah satu usaha yang tidak pernah lekang oleh waktu dan saat ini banyak usaha-usaha kuliner baru yang tumbuh yang menawarkan produk produk variatif yang mengancam eksistensi usaha kuliner lama. Dirinya juga menambahkan, saat ini di Kota Denpasar berdasarkan data BPOM, UMKM di Kota Denpasar sekitar 37 ribu UMKM dan sektor kuliner yang lebih banyak mendominasi. Dirinya mengatakan Kementerian memberikan target UMKM menjadi 47 ribu UMKM di Kota Denpasar.

Sementara itu, Chef Hendra Mahena, Ketua ICA BPD Bali dalam kesempatan menyampaikan pentingnya Higienitas dan Sanitasi dalam usaha kuliner sehingga output yang dihasilkan oleh usaha kuliner tersebut memiliki nilai jual dan kualitas yang siap bersaing di pasaran.

Baca Juga :  Serangkaian Hari Koperasi Nasional, Pemkot Denpasar Bersinergi Bersama Dekopin Laksanakan Penghijauan Sejuta Mangrove di Muntig Siokan Sanur

Menurut Depkes RI (2005) higiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu, misalnya mencuci tangan untuk kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan.

Sedangkan Sanitasi adalah sebuah perilaku yang disengaja untuk membudayakan hidup dengan bersih dan bermaksud untuk mencegah manusia bersentuhan secara langsung dengan bahan-bahan kotor dan berbahaya yang mana perilaku ini menjadi usaha yang diharapkan bisa menjaga serta meningkatkan kesehatan manusia.

“Higiene dan Sanitasi itu sangat penting dalam usaha kuliner. Hal ini akan memberikan nilai jual bagi produk kuliner tersebut. Kita di ICA sangat menekankan dan mengutamakan Higiene dan Sanitasi dalam setiap proses masak memasak,” kata Chef Hendra yang sempat menjadi Juri Master Chef Indonesia season 6 di Jakarta.

Baca Juga :  Jaga Harga Kebutuhan Pokok Tetap Terjangkau, Pemkot Denpasar Kembali Gelar Bazar Pangan

Tidak hanya Higiene dan Sanitasi, Chef Hendra juga menyampaikan pentingnya analisis investasi, pengemasan produk (Packing), sistem penjualan (Marketing) dan teknik pengolahan makanan yang harus diketahui oleh pelaku usaha kuliner di Denpasar.

Dirinya berharap melalui pelatihan ini, UMKM pelaku kuliner di Denpasar dapat mengimplementasikan apa yang disampaikan selama Diklat dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kualitas produk sehingga produk tersebut memiliki nilai jual dan aman dikonsumsi oleh konsumen.

“Saya berharap apa yang kami berikan dapat berguna dan bermanfaat bagi para pelaku UMKM di Denpasar. Sehingga produk yang dihasilkan aman dikonsumsi oleh konsumen,” ujar Chef Hendra.(aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini