KREDIBALI
Mengenal Sosok Gede Andika, Rela Melepas Beasiswa Demi Membangun Desa. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sungguh mulia yang dilakukan oleh I Gede Andika Wira Teja, pemuda asal Desa Pemuteran, Buleleng ini membantu anak-anak kurang mampu di Desa Pemuteran untuk belajar bahasa inggris secara luring (luar jaringan) saat pandemi Covid-19 melalui gerakan KREDIBALI.

Kata Andika, KREDIBALI adalah Kreasi Edukasi Bahasa dan Literasi Lingkungan, penyelenggara kursus bahasa inggris bagi anak-anak SD sampai SMP yang diluncurkan bulan Mei 2020 di Desa Pemuteran, Buleleng. Siswa yang berminat kursus diminta membayar dengan sampah plastik yang dikumpulkan dari limbah rumah tangga masing-masing. Program ini diadakan sebagai respon terhadap pandemi Covid-19 yang membuat siswa tidak bisa belajar di sekolah.

“Saat itu kondisi Desa Pemuteran tidak seperti biasanya. Desa yang biasanya ramai akan turis, tiba-tiba sepi tidak ada kegiatan dan banyak orang tua dari anak-anak tersebut kehilangan penghasilan,” jelas Andika saat dihubungi tim Baliportalnews.com pada Sabtu (26/11/2022).

Kondisi di sana saat pandemi Covid-19, lanjut Andika mengungkapkan, anak-anak harus melakukan proses belajar mengajar dengan daring (dalam jaringan) serta kekurangan media dukung seperti smartphone, laptop dan jaringan internet.

Baca Juga :  Yasonna H. Laoly Sebut Penanganan Covid-19 Merupakan Wujud Perlindungan Hak Asasi Manusia

“Jangankan untuk memenuhi kebutuhan belajar, untuk kebutuhan pokok saja orang tua mereka kesulitan,” ucap Andika.

Melihat hal tersebut, Andika bersama tim dari Jejak Literasi Bali, membuka kelas bahasa inggris untuk anak-anak tersebut dan mendapatkan respon positif dari orang tua siswa, itu terlihat dari jumlah peserta didik terus meningkat setiap harinya.

“Semua pihak akhirnya mendukung, dari Pemerintah Desa Pemuteran juga memberikan tempat dan fasilitas pendukung untuk memperlancar proses belajar mengajar,” tutur Andika.

Konsistensi Andika dan timnya membuahkan hasil, banyak anak-anak akhirnya bisa merasakan akses belajar yang layak bagi mereka di tengah kondisi sulit yang harus mereka hadapi. Bahkan, sebanyak 300 anak bisa ikut belajar di Rumah Belajar KREDIBALI Pemuteran.

Baca Juga :  Kepala Kejaksaan Negeri Badung yang Baru Resmi Dilantik
KREDIBALI
Mengenal Sosok Gede Andika, Rela Melepas Beasiswa Demi Membangun Desa. Sumber Foto : Istimewa

Saat ini, KREDIBALI bekerja sama dengan Plastic Exchange lembaga nirlaba di Bali yang mengelola bank sampah. Pertama sampah plastik yang dikumpulkan siswa ditimbang dengan satuan kilogram. Lalu sampah ditabung di Plastic Exchange untuk ditukar beras. Beras yang didapat akan dibagikan kepada penduduk lanjut usia yang kurang mampu di sekitar Desa Pemuteran.

Sebagai informasi, Andika rela membatalkan kuliahnya, padahal saat itu ia menerima beasiswa untuk kuliah di UK dan memilih untuk membuka kelas KREDIBALI.

“Keputusan yang aku buat memilih untuk membuka kelas KREDIBALI tidak pernah aku sesali. Karena ternyata yang menerima manfaat program ini lebih besar daripada aku hanya memenuhi keinginan aku sendiri, yaitu berkuliah di luar negeri. Emang awalnya, itu bukan sesuatu yang mudah, tapi begitulah setiap pilihan punya cost benefit-nya sendiri,” jelas Andika.

Baca Juga :  Lagi, 19 Pelanggar Prokes Terjaring Tim Yustisi Denpasar

Hingga gerakan KREDIBALI ini diapresiasi oleh Satu Indonesia Awards, yaitu suatu ajang yang memberikan apresiasi anak-anak muda di seluruh Indonesia yang telah berkontribusi untuk lingkungannya dan mendedikasikan dirinya untuk pembangunan. Andika sendiri masuk dalam kategori ‘Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19’.

Lebih lanjut Andika menjelaskan, untuk saat ini kelas KREDIBALI di Desa Pemuteran sudah berakhir pada Agustus 2022, dan saat ini pindah ke Gianyar, tepatnya di Puhu, Payangan.

Untuk saat ini, KREDIBALI baru membuka kelas bahasa inggris, karena sesuai kebutuhan di Bali yang terfokus pada dunia pariwisata.(tis/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini