ICA
Ketua Indonesian Chef Association (ICA BPD Bali), Chef I Gede Putu Hendra Mahena. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam menyambut presidensi KTT G20 menjadi momentum para pelaku kuliner Bali untuk mempromosikan hidangan lokal bagi para Delegasi yang hadir, agar lebih mengenal produk-produk makanan lokal yang dimilki oleh Bali.

Terkait hal tersebut, Ketua Indonesian Chef Association (ICA BPD Bali), Chef I Gede Putu Hendra Mahena meminta kepada para pelaku yang ada di Bali untuk bersama-sama mendukung arahan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk menyajikan makanan dan minuman dengan menggunakan produk lokal kepada Delegasi KTT G20 yang menginap ditempatnya bekerja. Mulai dari makanan dan minuman tradisional khas Bali hingga jajanan khas Bali.

“Seluruh pelaku kuliner di Bali, khususnya anggota ICA BPD Bali sangat mendukung arahan dan kebijakan Gubernur Bali dalam penggunaan produk lokal saat penyelenggaraan KTT G20 nanti. Kami sangat mendukung,” kata Chef Hendra, pada Rabu (9/11/2022).

Seperti yang diketahui, Gubernur Bali, dalam arahannya Pertama, meminta 24 manajer hotel agar menggunakan produk lokal Bali untuk hidangan para Delegasi Presidensi G20, seperti beras Bali, telur ayam Bali, sayur sayuran Bali, buah buahan Bali, garam Bali, dan produk lokal Bali lainnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan dengan Standar Internasional, Kabiro Kemenko Marves Kunjungi RS Unud

Kedua, agar memakai daging sapi Bali yang sudah diolah, sehingga kualitas dagingnya empuk dengan cita rasa bagus atau tidak kalah dengan daging sapi impor, karena sudah teruji melalui penelitian. Ketiga, pihak hotel agar melaksanakan acara cocktail arak Bali atau minuman olahan arak Bali, seperti kopi arak dan diikuti oleh para Delegasi Presidensi G20. Keempat, selama berlangsungnya acara Presidensi G20, para manajer dan pegawai hotel agar selalu.memakai busana adat Bali.

Arahan yang disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster sebagai pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali guna membantu para petani, nelayan, dan perajin di Bali. Selain itu, agar para petani, nelayan, dan perajin ikut merasakan pulihnya pariwisata pasca Pandemi Covid-19 serta merasakan adanya pertemuan Presidensi G20 yang secara nyata dirasakan langsung manfaatnya.

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dekat Bamboo Dome, Tempat Santap Siang Pimpinan G20

Arahan Gubernur Bali didukung juga sepenuhnya Indonesian Chef Association (ICA BPD Bali) sebagai induk asosiasi Chef di Indonesia dan Bali khususnya dalam menggunakan produk lokal Bali untuk disajikan kepada tamu Delegasi KTT G20 yang menginap di hotel di kawasan Bali Selatan.

“Intinya kita dari ICA sudah menggaungkan kuliner lokal sejak tahun 2018. Apalagi saat ini kembali digaungkan Gubernur Bali melalui Pergub Nomor 99 tahun 2018 tentang penggunaan produk lokal saat KTT G20 nanti. Kami sangat mendukung dan setuju,” imbuh Chef Hendra.

Chef Hendra juga menekankan kepada seluruh anggota resmi ICA BPD Bali agar menyajikan makanan dan minuman dengan menggunakan produk lokal kepada Delegasi KTT G20 yang menginap ditempatnya bekerja. Mulai dari makanan dan minuman tradisional khas Bali hingga jajanan khas Bali.

Baca Juga :  Berlabuh Saat KTT G20, Imigrasi Singaraja Periksa 338 Wisatawan Asing di Kapal Pesiar MS Regatta

Tidak hanya soal rasa, Chef Hendra juga menekankan soal pentingnya penyajian makanan tradisional Bali yang dikemas agar terlihat lebih modern dan internasional. Misalnya ayam betutu dan sate lilit khas Bali, untuk tingkat kepedasannya, agak sedikit dikurangi karena lidah turis berbeda dengan lidah orang Indonesia.

Chef Hendra berpesan kepada seluruh anggota ICA di Bali yang kebetulan lokasi tempatnya bekerja menjadi lokasi menginap Delegasi KTT G20 agar memperhatikan kualitas makanan dan terus promosikan makanan tradisional khas Bali dan sajikan yang terbaik untuk para tamu Delegasi.

“Perhatikan Higiene dan Sanitasi. Jaga kualitas makanan, perhatikan penyajian dan rasa. Berikan makanan yang terbaik kelas dunia namun tidak meninggalkan cita rasa Nusantara. Ini adalah kesempatan luar biasa memasak untuk para Delegasi KTT G20,” pungkas Chef Hendra. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini