PLN
Luhut Pandjaitan menandatangani Prasasti sebagai simbolis diresmikannya Terapung Muara Nusa Dua. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam Rangka PLN Indonesia Power sebagai Showcase KTT G20, PT PLN (Persero) bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan PLTS Terapung Muara Nusa Dua. Kehadiran pembangkit berbasis energI baru dan terbarukan (EBT) ini akan turut mendukung keandalan pasokan listrik gelaran KTT G20.

PLTS yang berlokasi di Waduk Muara Nusa Dua ini memiliki kapasitas 100kWp, area genangan 0,35 Ha (1%), Interkoneksi jaringan 380V terdekat. Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Kemenkomarves, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian PUPR, dan Pemerintah Bali.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasojo mengatakan, Pengerjaan konstruksi selesai dalam 30 hari dan sebagian besar komponen merupakan produksi dalam negeri seperti Modul PV, Floater Bracket & Mounting, Mooring & Anchoring, Kabel, Panel. Kemudian PLT Hybird sebesar 3.5 MW yang keduanya ini berlokasi di Nusa Penida.

“Selain sebagai showcase KTT G20, ini upaya kami dalam menurunkan gas rumah kaca,” ujar Darmawan Prasojo, Jumat (11/11/2022).

Baca Juga :  Geobike Kaldera Toba #3 : Bersepeda Sambil Merawat Alam

Lebih lanjut ia menambahkan, kami juga ingin pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap dari batu bara untuk memberi ruang bagi energi baru. Emisi 1 ton karbon di bantul dengan New York itu sama. Diperkirakan tahun 2060 terjadi emisi karbon mencapai 1 miliar ton emisi C02, sehingga upaya yang harus dilakukan salah satunya melalui transisi energi baru.

“Pemanasan Global ini menjadi isu yang akan dibahas di KTT G20 nanti, sehingga diperlukan upaya solusi dan penanganan oleh seluruh negara di dunia,” katanya.

Baca Juga :  Sosialisasi PTSL di Wantilan TPB Margarana

Luhut Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, mengatakan Bahwa Indonesia itu hebat, kontribusi kita kepada emisi karbon 2,3 ton per kapita. Negara-negara maju seperti Amerika dan lainnya sudah 14,7 ton per kapita. Kita akan banyak membangun PLTS. Ini hanya intermitten saja, untuk baseload-nya kita punya geothermal, hidro power, ada macam-macam, masih banyak ruang dan akan terus bertambah.

“Indonesia tidak ingin di dikte negara lain, karena kita sudah mengupayakan yang terbaik dalam mengelola negara dengan melibatkan generasi muda dalam penyusunan kebijakan dan dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Dia yakin Indonesia akan menjadi negara yang lebih baik dan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050,” ucap Luhut Pandjaitan.

Baca Juga :  Indonesia Kekurangan 140 Ribu Arsiparis

Luhut Panjaitan menegaskan bahwa bila memiliki tim yang solid apapun yang dikerjakan pasti akan memiliki sesuatu yang baik.(mon/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini