DAS Biluk Poh
600 Hektar Area Terdampak Banjir Bandang DAS Biluk Poh. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Dampak banjir bandang yang terjadi di Jembrana menimbulkan dampak di sejumlah wilayah. Salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah adalah Desa Penyaringan dan Kelurahan Tegal Cangkring yang berada di sepanjang daerah aliran sungai Biluk Poh.

Pemetaan udara oleh  Gerakan  Gerakan Fly for Humanity bekerja sama dengan Pusat Riset Teknologi Penerbangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Udayana, BPBD Provinsi Bali serta dihadiri langsung Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, Selasa (1/11/2022), telah dihasilkan peta dampak kerusakan.

Penanggulangan bencana yang dilakukan adalah pemetaan udara daerah terdampak banjir bandang dengan menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau lebih dikenal dengan istilah drone. Dari hasil foto drone, diestimasikan luasan areal yang terdampak banjir bandang itu mencapai 600 hektare.

“Kita gunakan drone dengan resolusi tinggi, serta foto dan video untuk arsip kebencanaan di sepanjang sungai Biluk Poh. Foto udara dari hulu ke hilir sampai di banjar terakhir Biiluk Poh. Dengan dua kali terbang menggunakan fixed wing UAV, tim ini berhasil memetakan area terdampak banjir bandang seluas 600 hektar,” kata Septian Firmansyah satu penggagas gerakan Fly for Humanity ditemui Rabu (2/11/2022).

Baca Juga :  Nilai Ujian SD, Tiga Besar Diraih 68 Siswa

Hasil pemetaan ini nantinya dapat digunakan untuk melakukan analisis dampak banjir bandang, membantu tim respon bencana dalam melakukan aksi yang tepat. Selain itu digunakan untuk mitigasi bencana.

“Pemetaan dampak banjir bandang ini diharapkan dapat membantu tim respon dalam melakukan aksi yang tepat, terukur, serta harapan kami juga dapat menjadi dokumentasi kebencanaan, dan tentunya dapat menjadi landasan upaya pengurangan risiko bencana kedepannya,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan dari hasil foto udara pemerintah daerah memiliki gambaran pasca bencana. Artinya, ke depan pemerintah bersama jajaran telah memilki langkah strategis penanggulangan banjir dari data yang dimiliki.

“Data ini dapat digunakan untuk perencanaan dan penaggulangan bencana. Jadi kita bergerak berbasis data,” tutup Wabup yang juga Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jembrana.

Sebelumnya, cuaca ekstrem yang terjadi di Indonesia mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Kabupaten Jembrana pada Senin (17/10/2022) lalu. Banjir itu menerjang sejumlah titik di wilayah Kabupaten Jembrana. Berdasarkan informasi dari BPBD Bali, banjir melanda sejumlah desa di 4 kecamatan, menyebabkan banyak hunian warga yang rusak, serta menghanyutkan warga yang terseret arus banjir.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini