Polda Bali
Polda Bali Ungkap Kasus Pembunuhan Pegawai Bank. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Polda Bali akhirnya merilis pengungkapan kasus pembunuhan yang jasadnya ditemukan di got di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk di desa Melaya, Jembrana, Senin (29/8/2022). Pelaku ditangkap di Bandar Lampung pada (27/8/2022).

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si., mengungkapkan, dari pengakuan pelaku berinisial NSP (40) dan RN (28) diketahui motif pembunuhan ini adalah faktor ekonomi karena kedua pelaku ingin menguasai harta Gusti Mirah berupa mobil Honda Brio.

“Sang pelaku berinisial NSP bekerja sama dengan temannya RN untuk menguasai harta Mirah Lestari yaitu 1 unit mobil Honda Brio,” kata Kabid Humas.

Diketahui, pelaku yang merupakan kekasih korban Gusti Mirah Lestari awalnya mengajak Gusti Mirah untuk berjalan-jalan dan makan-makan di daerah Jimbaran.

Baca Juga :  Diduga Hina Gubernur Bali, Dua Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Bali

Setelah makan-makan, pelaku mengakui bahwa Gusti Mirah di eksekusi di dalam mobil dalam keadaan mobil masih melaju di jalan Raya Denpasar-Gilimanuk.

“Barang bukti yang kita sita dalam kasus pembunuhan ini yaitu 1 unit mobil Honda Brio Satya DK 1792 FAL dan 2 unit Hp milik korban,” ujarnya.

Gusti Agung Mirah Lestari merupakan wanita berusia 42 tahun, yang diketahui merupakan seorang pegawai bank di Gianyar.

Pelaku pembunuhan Mirah Lestari dijerat dengan tindak pidana pencurian dan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa yaitu pasal 349 KUHP dan 338 KUHP Junto 55 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

Kombes Pol. Stefanus Satake Bayu Setianto, S.I.K., M.Si.,  menjelaskan, kejadian ini berawal pada hari Minggu (21/8/2022) keluarga melaporkan orang hilang di Polres Badung.

Baca Juga :  Polda Bali Ungkap Kasus Skimming, Pelakunya Bule Bulgaria

Lalu pada hari Selasa, masyarakat melaporkan adanya penemuan jenasah di jalan sekitar Melaya mendekat ke arah Gilimanuk pukul 01.00 WITA.

Yang mana TKP penemuan jasad ini adalah dekat selokan Jalan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Sumbersari Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembarana.

Dari olah TKP dan berdasarkan kamera CCTV diketahui bahwa mobil korban melintas menyebrangi Gilimanuk pada Minggu (21/8/2022) 23.00 WITA.

Pelaku NSP bertugas menyetir, sementara itu posisi korban berada di sebelah NSP. Sedangkan pelaku RN bertugas melakukan eksekusi dari kursi belakang. RN mencekik korban menggunakan tas yang dipakai RN. Mirah Lestari pun dilumpuhkan hingga meninggal dunia. Selanjutnya mayat dibuang di sekitar Jalan Raya Melaya.

Baca Juga :  Dalam Dua Hari, Polda Bali Kawal Pendistribusian 32 Ton Oksigen

Sementara itu handphone korban dibuang di daerah Tabanan. Pelaku pun segera melarikan diri dan menjual mobil Mirah Lestari di Boyolali.

Dari CCTV ditelusuri jejak pelaku dan dilakukan pengejaran oleh polisi hingga di Banyuwangi lalu ke Situbondo. Pihak kepolisian pun mendapat info bahwa kendaraan ada di Boyolali dan sudah berpindah tangan serta berganti nomor polisi. Mobil milik korban pun dijual seharga Rp25.000.000.

“Dari pengakuan NSP, dari hasil penjualan mobil tersebut ia mendapatkan uang Rp10.000.000 dan RN mendapat bagian Rp15.000.000. Selanjutnya pelaku bergeser ke Jakarta. Polisi terus mengejar pelaku yang posisinya terus berpindah-pindah. Terakhir, pelarian pelaku pun terhenti di Lampung,” terangnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini