Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bersama sejumlah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Provinsi Bali melaksanakan Studi Tiru (Studi Banding) ke TPID Provinsi DKI Jakarta pada 27-28 Juni 2022.

Agenda utama dalam studi tiru ini adalah proses pendiriannya, melihat proses kerjanya dan mendalami peran dan fungsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan: Pemprov DKI dalam pengendalian inflasi di daerah, Selasa (5/7/2022).

Kunjungan dimulai dengan penjelasan dari masing-masing Pimpinan Perusahaan BUMD Pangan Jakarta dan dilanjutkan melihat langsung ke 3 (tiga) lokasi BUMD Pangan DKI Jakarta, yaitu (1) PD Pasar Jaya, (2) Perumda Dharma Jaya, serta (3) PT Food Station Tjipinang Jaya.

TPID yang turut hadir sebagai peserta dalam studi banding ini adalah Kab Badung, Kab. Bangli, Kab. Jembrana, Kab.  Tabanan dan Kab. Buleleng.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyebutkan studi tiru TPID Provinsi Bali 2022 merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Tingkat Tinggi TPID Provinsi Bali. Salah satu rekomendasi yang disampaikan pada HLM adalah pendirian bagi yang belum dan menjadikan Perusahaan Daerah (Perusda) pangan untuk meningkatkan profesionalitasnya dan membantu pengendalian inflasi di Provinsi Bali.

“Studi tiru ini dilakukan dalam bentuk penjelasan, diskusi dan kunjungan lapangan,” sebut Trisno Nugroho.

Baca Juga :  Semeton Honda Bali Card Sapa Pengunjung Di Kuta Beach Festival

Trisno berharap studi tiru ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam dan memotivasi proses pendirian, peran BUMD Pangan dalam pengendalian inflasi daerah dan membantu ketersediaan pangan melalui distribusi dan perdagangan komoditas pangan.

Lebih lanjut, studi banding juga diharapkan mampu membuka peluang untuk terjadinya Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Bali antara lain produk pertanian, peternakan dan perikanan yang surplus di Provinsi Bali.

Dinas Usaha Pangan, Utilitas serta Perpasaran dan Industri Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta, Thomas menjelaskan Badan Pengawas BUMD memiliki tugas untuk menyelenggarakan fungsi urusan pemerintahan di bidang keuangan pada pembinaan BUMD. BUMD berangkat dari kebutuhan daerah dan kawasan yang dibutuhkan oleh Pemerintah DKI Jakarta.

Senada dengan penjelasan Thomas, Biro Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Azwar Anas mendukung pelaksanaan BUMD melalui pembentukan, Penyertaan Modal Daerah (PMD), serta penugasan dan anggaran.  Selain itu, sinergi dan kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, Bulog, Polda, dan BUMD Pangan juga dilakukan untuk menjaga inflasi tetap tidak terkendali.  Beberapa hal di antaranya secara berkala dilakukan evaluasi harian, pelaksanaan peningkatan kapasitas, penyusunan program strategi kerja di awal tahun.

Baca Juga :  NKRI Harga Mati yang Tidak Dapat Ditawar Lagi

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo, menyebutkan Food Station memiliki visi menjadi pilar ketahanan pangan dan produsen pangan pilihan utama pelanggan. Dalam peranannya menjaga ketahanan pangan dan inflasi di DKI Jakarta, Food Station mengelola Pasar Induk Beras Cipinang seluas 14,4 hektar dengan kapasitas penyimpanan mencapai 100.000 ton.

“PT.  Food Station membuka kesempatan untuk melakukan Kerja sama Antar Daerah (KAD) mendalami potensi daerah yang surplus hasil pertanian, referensi pelaku usaha, kunjungan dan penjajakan, standardisasi kualitas hasil pertanian, pengiriman percobaan, serta perjanjian kerja sama. Salah satu KAD yang dapat dilakukan dengan Pemerintah Daerah di Bali dengan PT. Food Station dengan produksi tetap di Bali dengan Brand Food Station,” sebut Wiraryo.

Perumda Pasar Jaya, Sumanto memaparkan Pasar Jaya memiliki beragam pola distribusi, antara lain melalui JakGrosir, JakMart, serta Pap n Mam Store. JakGrosir merupakan konsep yang digunakan sebagai kapal induk dari konsep yang lain, sekaligus melayani pedagang pasar.  Langkah lain yang juga dilakukan oleh Pasar Jaya dalam mengendalikan inflasi adalah dengan menggunakan Controlled Atmosphere Storage (CAS) yang merupakan kombinasi antara teknologi pendingin dengan teknologi pengondisian udara yang mengontrol kadar kelembapan.

Baca Juga :  Unit Jurnal dan Publikasi Ilmiah Unud Gelar Pelatihan Turnitin dan Teknik Paraphrasing

“CAS dapat digunakan untuk menyimpan berbagai jenis produk hortikultura dari produk yang dibeli saat panen raya misalnya bawang merah. Produk tersebut kemudian akan dijual ketika harga komoditas melonjak tinggi guna harga komoditas di pasar,” papar Sumanto.

Lebih lanjut, Perumda Pasar Jaya juga memiliki cold storage untuk penyimpanan daging sapi, daging ayam, dan komoditas lainnya. Pasar Jaya juga membuka peluang KAD dengan Provinsi Bali, khususnya untuk komoditas cabai besar mengingat komoditas tersebut cukup diminati di Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menyampaikan visi Dharma Jaya adalah menjadi perusahaan produk hewani terkemuka dan modern serta berperan dalam ketahanan pangan dan perekonomian DKI Jakarta.

“penting perdagangan antar daerah melalui lembaga berbadan hukum yang dikelola pemerintah daerah sehingga mampu memperpendek rantai dagang di Indonesia. Jika hal ini diterapkan di seluruh daerah, maka inflasi nasional akan lebih terkendali.  Sebagai hasil kunjungan studi banding,” kata Raditya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini