Tista
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Pendalaman atas kasus dugaan pengeroyokan dengan korban meninggal Ketut Arta Wijaya (52) di Banjar Dinas/Desa Tista, Kecamatan Busungbiu pada Kamis (7/7/2022) sekitar pukul 00.15 WITA akhirnya sampai pada penetapan tiga orang tersangka pada Jumat (8/7/2022).

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi mengatakan tiga orang tersangka itu yakni I Kadek S (48), Putu RS (21) yang berasal dari Kecamatan Pekutatan, Jembrana, dan I Ketut S (19) berasal dari Desa Dadap Putih, Kecamatan Busungbiu. Sedangkan untuk satu orang lainnya yakni Kadek RD (27) masih didalami keterlibatannya.

Baca Juga :  Pemprov Bali Hadir Serahkan Bantuan Rumah Sejahtera Terpadu Untuk Salah Satu Warga Desa Tukad Sumaga

“Dari empat orang yang diamankan sebelumnya sudah ditetapkan tiga terduga pelaku sebagai tersangka serta telah diamankan untuk 20 hari kedepan,” jelas AKP Gede Sumarjaya, Jumat (8/7/2022).

Kemudian setelah dilakukan permintaan keterangan terungkap kronologi dugaan kejadian pengeroyokan terhadap Ketut Arta Wijaya berawal dari dirinya bersama Made Suadnya (31) yang mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax melintas di Jalan Raya Desa Tista. Tiba-tiba tersangka yang membawa mobil pickup menyerempet korban.

Hal itu kemudian membuat korban geram dan mengejar tersangka hingga ke wilayah pasar Dadap Putih. Sesaat kemudian keduanya berhenti dan kesalahpahaman pun terjadi dikarenakan korban sempat mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada tersangka.

Akhirnya hal itu membuat tersangka memukul korban. Sontak menyaksikan hal itu Suadnya yang kewalahan langsung lari mencari pertolongan. Namun naas saat dirinya kembali korban sudah ditemukan tergeletak tidak bernyawa di pinggir jalan.

Baca Juga :  Pemkab Buleleng Segera Cairkan Dana Pengamanan Pemilukada Serentak 2024

“Saat itu korban sempat berkata tidak pantas kepada tersangka dan korban diduga dikeroyok oleh ketiga tersangka itu,” ungkap AKP Sumarjaya.

Atas peristiwa itu terhadap jenazah Ketut Arta Wijaya yang telah dititipkan sejak Kamis (7/7/2022) di RSUD Buleleng kini tim dokter telah melakukan proses autopsi. Sedangkan untuk memastikan apa penyebab kematian korban pihak kepolisian masih mengaku belum mendapatkan hasil pemeriksaan dari tim medis.

“Sebenarnya sudah diautopsi kemarin dan hasil belum diterima. Untuk jenazah sampai saat ini masih di RSUD Buleleng,” imbuh Sumarjaya.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News