Anjing Rabies
Ilustrasi Anjing Rabies. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Satu orang warga asal Desa Sari Desa Sari Mekar, Buleleng harus kehilangan nyawa setelah dua bulan sebelumnya digigit anjing milik tetangganya sendiri.

Terungkapnya kejadian gigitan anjing yang pernah dialami Nyoman Puri bermula saat dirinya datang ke UGD RSUD Buleleng pada Sabtu (11/6/2022) mengeluhkan tidak bisa menelan dan tersedak bila minum air, nyeri pada betis kaki kanan sampai ke bokong, takut udara serta takut sinar.

Melihat kondisi itu, tim medis lalu mencoba mencari informasi sebenarnya terkait apa yang menyebabkan istri dari Nyoman Redana (64) ini bisa terindikasi Suspek rabies dengan gejala yang ditunjukkan saat dirujuk.

Ternyata terungkap jika Puri dan anaknya pada Sabtu (16/4/2022) pernah digigit anjing milik tetangganya sendiri. Waktu itu Puri digigit pada betis kanan sedangkan anaknya yang ingin menolong malah digigit dibagian tangan kanan.

Baca Juga :  Kabupaten Buleleng Jadi Daerah dengan Realisasi TKDD Terbaik di Bali

Kemudian akibat kejadian itu keduanya sempat melapor ke petugas kesehatan setempat dan tidak ke puskemas. Usai korban melaporkan apa yang dialami petugas menganjurkan agar anjing di observasi selama 14 hari.

Akan tetapi berselang 4 hari kemudian anjing tersebut malah kembali menggigit orang lalu warga langsung membunuh anjing tanpa sepengetahuan korban.

“Ya betul, korban waktu itu datang dengan menunjukkan gejala suspek rabies, setelah ditelusuri ternyata pasien (Puri) dan anaknya sempat digigit anjing sekitar bulan April. Namun korban tidak melapor ke Puskesmas dan tidak mendapat Vaksin Anti Rabies (VAR),” ungkap Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha saat dikonfirmasi, Senin (13/6/2022).

dr. Arya menambahkan setelah menjalani perawatan selama kurang dari sehari korban kemudian mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 05.00 WITA. Pasca meninggalnya korban, sebagai langkah antisipasi tim medis segera akan memberikan VAR kepada anak, suami, dan menantu korban.

“Untuk orang terdekatnya seperti anak, suami dan menantu korban akan kami segera berikan injeksi VAR di IGD,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, pihaknya meminta untuk tetap waspada sebab dalam catatan saat ini telah terjadi 6 kasus meninggal meninggal terduga rabies di RSUD Buleleng. Bahkan untuk kasus gigitan dalam waktu 3 hari sejak Jumat (10/6/2022) sudah ada 27 kasus gigitan masuk.(dar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini