Duta Jembrana
Pukau Penonton, Gong Kebyar Anak Jembrana Tampilkan Romantisme Permainan Tradisional 'Mecangak-Cangakan'. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Sekaa Gong Kebyar Anak- Anak Yowana Srawa Asmara Lawa Desa Manistutu, Kecamatan Melaya Jembrana, sukses memukau penonton pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 di Panggung Ardha Candra Art Center Denpasar, Jumat (24/6/2022) malam.

Tampil dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster, Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra serta Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, tampil percaya diri membawakan tiga tetabuhan. Masing masing tabuh Kreasi Pepanggulan ‘Blabur Kapat’, Tari Kreasi Kekebyaran ‘Jeram’. Serta penampilan yang paling ditunggu tunggu penonton, penampilan Dolanan ‘Mecangak-Cangakan’.

Berbeda dengan penyelenggaran sebelumnya, penyelenggaraan tahun ini penampilan gong kebyar tidak digelar dengan sistem mebarung bersama kabupaten lainnya. Seluruh penampilan merupakan berasal dari duta Jembrana.

Selain gong kebyar anak, ikut tampil Gong Kebyar Dewasa Sanggar Seni Sana Sini dari Desa Pergung Mendoyo, serta Gong Kebyar Wanita Once Srawa, dari Desa Penyaringan Mendoyo.

Baca Juga :  Capai 71%, Revitalisasi Pasar Umum Negara Target Rampung Sesuai Jadwal

Tari dolanan mecangak cangakan menjadi andalan dan mendapat sambutan meriah penonton. Dolanan ini mengangkat permainan tradisional yang sudah sangat jarang dimainkan anak anak generasi sekarang. Hal ini menjadi pertanyaan, apakah permainan tradisional itu kurang menarik dan kalah bersaing dengan kemajuan teknologi. Karena itu, dolanan ini mencoba memunculkan kembali romantisme akan permainan tradisional anak anak.

Bagaimana dinamika anak anak dalam pertemananan, berinteraksi serta menjaga lingkungan. Penampilan tarian dolanan dibawah binaan komposer I Gede Yogi Sukawiadnyana, koreografer Ni Putu Arista Dewi serta penata lagu I Putu Adi Putra Kencana. Diharapkan, melalui penampilan dolanan ini sebagai kritik sosial serta nostalgia akan romantisme permainan tradisional.

Baca Juga :  Peringatan Harkitnas Ke-116, Bangun Optimisme Sambut Indonesia Emas 2045

Kabid Kebudayaan Jembrana Ida Bagus Kade Biksa mengatakan, gong kebyar anak ini dibentuk sejak tahun 2018. Sebelum tampil di PKB tahun ini, sempat mewakili kecamatan Melaya diajang gong kebyar anak tingkat Kabupaten Jembrana hingga ditunjuk mewakili Jembrana.

“Untuk penampilan di PKB ini kita persiapkan selama hampir satu sengah bulan. Untuk seniman berasal dari desa itu sendiri (seka sebunan). Harapan kita, mereka pentas tidak hanya saat tampil dalam ajang seperti PKB, tapi juga tetap aktif dikegiatan adat dan keagamaan didesanya.  Selain itu, anak anak ini nanti   mampu menjaga dan melestarikan salah satu warisan tradisi dan budaya ,” terang Gus Biksa.

Baca Juga :  Pemkab Jembrana Gelar Apel Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-28

Pelaksanaan PKB ke-44 tahun ini, menjadi pengobat rindu masyarakat Bali akan suguhan-suguhan hiburan kesenian Bali pasca beberapa tahun sebelumnya, PKB dilaksanakan secara terbatas atau daring akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut terlihat saat penampilan Duta Gong Kebyar Kabupaten Jembrana di Panggung Terbuka Art Center yang dipadati ribuan masyarakat.

Selain masyarakat yang menyaksikan secara langsung didalam panggung terbuka Ardha Candra Art Center denpasar, penonton juga tampak memadati di luar area melalui layar lebar yang disediakan panitia.

Sementara itu dari jajaran Forkopimda Jembrana turut hadir Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi, Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana bersama pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jembrana.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News