SATU Indonesia
Arky Gilang Wahab (tengah) saat mencuci maggot sebelum dikeringkan di tempat budidaya maggot. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Tumpukkan sampah organik terletak di depan rumah warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Setiap harinya, sekitar 30 ton sampah organik terangkut dan siap dicacah menjadi bubur sampah untuk santapan maggot.

Arky Gilang Wahab adalah seorang pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah, yang berhasil melihat peluang ini, dan membudidayakan maggot sebagai salah satu solusi dalam mengolah sampah organik yang menumpuk melalui program Sistem Konversi Limbah Organik untuk Menciptakan Ketahanan Pangan.

“Program membudidayakan maggot yang kami jalankan, mampu mengelola hampir 30 ton sampah organik setiap hari. Setelah diproses oleh maggot, sampah yang tidak dapat diurai hanya tersisa 20%, kemudian berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA),” jelas penerima apresiasi 12th SATU Indonesia Awards 2021 bidang lingkungan pada acara Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022 melalui YouTube Channel SATU Indonesia.

Melalui acara Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022, Arky menceritakan upayanya dalam mencari alternatif solusi yang praktis dan realistis untuk permasalahan sampah yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Semangat Jaga Bumi 

Inspiranation with 13th SATU Indonesia Awards 2022, dilaksanakan secara virtual pada Jumat (3/6/2022) dengan mengangkat tema Semangat Jaga Bumi, bersama Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan sekaligus juri 13th SATU Indonesia Awards 2022, Ir. Tri Mumpuni, dan Public Figure & Travel Enthusiast Adinda Thomas, yang dipandu oleh Rizky Kinos.

“Menjaga bumi adalah bagaimana kita mengintegrasikan hidup sehari-hari dalam tindakan yang tidak merusak lingkungan, dan menjaga keberlanjutan hidup umat manusia. Melalui program SATU Indonesia Awards, saya berharap generasi muda tidak hanya menumbuhkan rasa peduli lingkungan dan menjaga bumi kita untuk diri sendiri, tetapi dapat mencetuskan inovasi yang mampu memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ungkap Tri Mumpuni.

Baca Juga :  Pengumuman Pembatalan Maybank Marathon 2020

Sebagai Public Figure & Travel Enthusiast Adinda Thomas juga berpendapat bahwa menjaga bumi bukan hal yang mudah, ini adalah langkah yang besar. “Gerakan yang dilakukan Arky merupakan langkah yang inspiratif dan mampu membuat generasi muda dapat tergerak untuk mau memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Budidaya Maggot 

Pemuda kelahiran Banyumas, Arky, sejak 2018 telah mempelajari lebih dalam pemanfaatan maggot, untuk membantu pemerintah dan lingkungan sekitar tempat asalnya yang sering mengalami gangguan dalam beraktivitas, karena bau tumpukan sampah yang tidak sedap.

Baca Juga :  Konferensi SEASIA ke-4, Bahas Peranan Asia Tenggara dalam Mewujudkan SDGs Pasca Covid-19

Proses budidaya maggot dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah organik, kemudian diolah menjadi bubur sampah melalui mesin pencacah sampah. Setelah beberapa waktu, maggot yang siap panen akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama akan dijual ke petani ikan, dan yang kedua akan dikeringkan untuk kemudian dijadikan pakan ternak.

Selain itu, maggot juga mengubah dan memproses bubur sampah menjadi pupuk organik. Pupuk lantas dijual kepada petani setempat.

Pupuk organik hasil dari pengolahan maggot dan maggot itu sendiri juga berperan dalam  bidang pertanian dan peternakan karena kandungan proteinnya yang lebih banyak daripada pupuk kimia dan pelet ternak biasa.

Program tersebut juga bermitra dengan lebih dari 130 pembudidaya maggot yang mengolah lebih dari 8.000 hunian, dan 72 instansi. Hal ini  berhasil membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar, baik di bidang pengolahan bubur sampah maupun penjualan maggot. Upaya tersebut yang membuat Arky terpilih menjadi penerima apresiasi 12thSATU Indonesia Awards 2021 bidang lingkungan.

Pada tahun ini, SATU Indonesia Awards kembali menjaring anak muda di seluruh penjuru Indonesia yang tak kenal lelah memberikan manfaat bagi sekitarnya. Apresiasi diberikan kepada lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Teknologi serta satu kategori kelompok yang mewakili kelima bidang tersebut.

Baca Juga :  Lawan Covid-19, Indonesia Kini Miliki Teknologi baru

Penerima apresiasi tingkat nasional akan mendapatkan dana bantuan kegiatan sebesar Rp65 juta serta pembinaan kegiatan. Selain itu, Astra juga memberikan apresiasi di tingkat provinsi.

Komposisi Dewan Juri 

Jajaran dewan juri 13th SATU Indonesia Awards 2022 adalah sebagai berikut:

  1. Nila Moeloek (Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
  2. Emil Salim (Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Universitas Indonesia)
  3. Fasli Jalal (Rektor Universitas YARSI dan Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta)
  4. Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan)
  5. Onno W. Purbo Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi)
  6. Arif Zulkifli (Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk)
  7. Dian Sastrowardoyo (Pegiat Seni)
  8. Billy Boen (Founder Young On Top)
  9. Boy Kelana Soebroto (Head of Corporate Communications Astra)
  10. Diah Suran Febrianti (Head of Environment & Social Responsibility Astra).

Informasi lengkap serta pendaftaran dapat dilihat di www.satu-indonesia.com. Pendaftaran peserta dibuka hingga 9 Agustus 2022.

Semangat Arky Gilang Wahab dalam membudidayakan maggot untuk menjaga bumi sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals Indonesia.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini