Ni Made Liana Dewi Raih Gelar Doktor. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ni Made Liana Dewi merupakan seorang pendidik pada Fakultas Hukum Universitas Dwijendra Denpasar. Ujian Terbuka Promosi Doktor diselenggarakan secara Hybrid pada Jumat (13/5/2022) di Aula Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan disertasi berjudul ‘Prospek Kriminalisasi Terhadap Pelaku Delik Lokika Sanggraha dalam Pembaharuan Hukum Pidana Nasional’.

Ujian Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung kurang lebih selama 3 jam ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Dr. Putu Gede Arya Sumertha Yasa, SH., M.Hum., serta Prof. Dr. I Nyoman Sirtha., SH., M.S., selaku Promotor, Dr. I Dewa Made Suartha, SH., M.H., selaku Kopromotor 1, Dr. I Nyoman Suyatna, SH., MH., selaku Kopromotor II, dan di uji oleh 4 dewan penguji/penyanggah lainnya.

Baca Juga :  Program Strategis Bank Indonesia Sasar UMKM Binaan di Kabupaten Karangasem

Dalam disertasinya Ni Made Liana Dewi, mengungkapkan bahwa pertama, Delik adat lokika sanggraha merupakan hubungan cinta antara seorang pria dengan seorang wanita yang sama-sama belum terikat perkawinan dan terjadi hubungan biologis atas dasar suka sama suka dimana si pria berjanji akan mengawini si wanita namun setelah wanita hamil si pria ingkar janji kepada wanita tanpa alasan.

“Oleh karena itu hakikat delik adat lokika sanggraha dalam Kitab Adi Agama merupakan suatu penghormatan terhadap harkat dan martabat perempuan dari adanya perbuatan yang melanggar nilai nilai, etika, moral dan kesusilaan sehingga hal ini dapat menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam baik sekala maupun niskala dalam masyarakat adat di Bali,” terangnya.

Baca Juga :  Apel Disiplin ASN Pemkot Denpasar, Jaya Negara Serahkan SK CPNS Bidan PTT

Ditambahkannya, Usaha untuk mengkriminalisasikan pelaku delik adat lokika sanggraha belum diatur di dalam KUHP dan peraturan perundangan lain sehingga terdapat kekosongan norma. Pengaturan mengenai sanksi yang tegas terhadap pelaku lokika sanggaraha dalam RKHUP dimasa yang akan datang merupakan upaya untuk mewujudkan keadilan dan perlindungan hukum kepada korban khususnya perempuan.(unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini