Kanker Serviks
Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. A.A Gde Dharmayuda, M.Kes. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTLANEWS.COM, DENPASAR – Beberapa waktu yang lalu Kementerian Kesehatan RI mencanangkan untuk memberikan vaksin kanker serviks gratis kepada masyarakat sasaran vaksinasi, yakni siswi kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD), ternyata Kota Denpasar sejak tahun 2013 lalu sudah menganggarkan dana untuk program vaksinasi kanker serviks.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. A.A Gde Dharmayuda, M.Kes., menyebutkan kebijakan ini dilakukan untuk mempercepat eliminasi kanker serviks di Kota Denpasar.

“Di tahun 2013, Kota Denpasar menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota yang memberikan fasilitas vaksin kanker serviks gratis kepada target sasaran vaksinasi,” jelasnya, Kamis (21/4/2022).

Mengenai anggarannya, dr. Dharmayuda menyebutkan berasal dari APBD Kota Denpasar yang nilainya menyesuaikan setiap tahunnya.

“Untuk tahun 2022, dana yang dianggarkan sebesar Rp5 Miliar untuk membeli vaksin kanker serviks,” ucap dr. Dharmayuda.

Namun karena saat ini ada program vaksinasi kanker serviks gratis dari Kemenkes, maka dana Rp5 Miliar yang sudah dianggarkan untuk tahun 2022 belum dibelanjakan.

Baca Juga :  557 Orang di Denpasar Telah Ikuti Rapid Test

“Saat ini dananya belum kami belanjakan, karena masih menunggu petunjuk dari pusat, terkait jumlah hibah vaksin yang dikirimkan apakah mencukupi atau tidak, jika tidak maka kekurangannya akan kami adakan dari dana yang sudah dianggarkan,” paparnya.

Adapun target sasaran vaksinasi kanker serviks di Kota Denpasar pada tahun 2022 sebanyak 12.911orang siswi kelas 5 dan 6 yang berasal dari 253 SD/MI/SPK di seluruh Kota Denpasar.

Sementara itu, terkait jumlah penderita kanker serviks di Bali, setiap tahun jumlah penderita kanker serviks diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., grafik setiap tahun mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Penyerahan SK Penetapan Puskesmas Sebagai BLUD

“Sejak tahun 2018, temuan kasus kanker serviks meningkat, tahun 2018 ditemukan 52 kasus, 2019 ada 33 kasus, tahun 2020 ada 63 kasus dan 2021 ditemukan 26 kasus, dengan rentan usia penderita adalah wanita produktif usia 35 tahun sampai dengan 45 tahun,” ungkapnya. (agni/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini