KONI Bali
Anak Agung Kompiang Gede, SH., MH., CIL. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Tersiar kabar bahwa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali telah menerima laporan pengaduan masyarakat adanya dugaan Korupsi yang terjadi di dalam Internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bali. Laporan ini diterima oleh Kejaksaan Tinggi Bali pada Senin (14/03/2022) yang lalu.

Laporan dugaan tersebut, terkait adanya dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) ditubuh KONI Bali, dari mulai Perjalanan fiktif sampai Pengadaan Barang dan jasa. Dalam hal ini juga mencuat bahwa adanya temuan fakta dilapangan tentang 1 orang memegang 3-5 cabang olahraga dan adanya dugaan suatu pengkondisian untuk melanggengkan dan penyelamatan, serta dugaan perbuatan melawan hukum menjadi masalah yang cukup disoroti oleh beberapa pecinta olahraga di Bali.

“Ya ini adalah laporan pengaduan masyarakat yang menginginkan Audit Internal dan Audit Auditor karena terdapat dugaan pidana pencucian uang, karena masyarakat tidak pernah disuguhkan kemana saja dana APBD yang digelontorkan ke KONI selama ini,” ucapnya tanpa mau disebutkan namanya.

Hal tersebut juga telah ditanggapi oleh pihak Kejati Bali, melalui Kasi Penerangan Hukumnya, A Luga Harlianto membenarkan adanya laporan pengaduan masyarakat tentang dugaan Korupsi di tubuh KONI Bali tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Upaya Pemberantasan Korupsi, PLN-KPK Integrasikan Penanganan Pengaduan

Menurutnya, pihaknya berterima kasih atas adanya laporan tersebut ke Kejati Bali dan Kejati Bali dalam hal ini akan segera menindaklanjuti perihal adanya dugaan tersebut.

“Iya benar. Terima kasih saya sampaikan bagi masyarakat yang telah menyampaikan laporan tersebut ke Kejati Bali. Sebagaimana SOP di Kejaksaan, tentunya hal ini akan ditelaah terlebih dahulu pelaporan tersebut. Dan kami juga akan melakukan penelusuran untuk mendapatkan info awal apakah merupakan kewenangan Kejaksaan dan kebenaran adanya pelaporan tersebut,” ungkap Luga saat dikonfirmasi langsung, pada Sabtu (19/3/2022).

Baca Juga :  Komitmen Wujudkan Clean Government, Bupati Tabanan Pastikan Seluruh OPD Teken Pakta Integritas

Selanjutnya, hal ini juga ditanggapi serius oleh Anak Agung Kompiang Gede, SH., MH., CIL., (Gung Kompiang) mantan Wasit Nasional FORKI mengatakan bahwa, hal ini tak pelak membuat keadaan ngeri-ngeri sedap dan tidak main-main lantaran di mata hukum setiap orang adalah sama. Apalagi sebelumnya disebut-sebut terbentuknya kepengurusan baru disinyalir sarat dengan akan nepotisme.

“Ya sayang dan memalukan jika kepengurusan atau ketua sekarang sampai ikut terseret nanti dalam dugaan ranah korupsi yang diadukan masyarakat. Semoga saja tidak seperti itu. Tentunya sebelumnya kan dilakukan audit dan dibuktikan. Ini kan baru sebatas pelaporan atau aduan dan masih perlu proses penyelidikan lebih lanjut,” terang Gung Kompiang, yang Ketua DPD KAI Bali, kepada wartawan, Minggu (20/3/2022).

Baca Juga :  Universitas Udayana Lepas 382 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata

Gung Kompiang juga menjelaskan, mestinya kalau tidak ada masalah seharusnya memaparkan secara terbuka pelaporan pertanggung jawaban penggunaan anggaran. Kalau memang tidak jelas pasti ada keraguan, kekhawatiran dan ketakutan.

“Dalam suatu pengelolan dana manajemen olah raga tetap harus mengedepankan transparansi. Menghindari polemik atau tudingan miring. Kita akan terus dorong mengawal pihak terkait seperti kejaksaan untuk dilakukan audit anggaran uang negara di tubuh KONI,” jelas Gung kompiang. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini