Kos-kos
Ungkap Peredaran Sabu 1 Kilo Jaringan Denpasar, BNNP Bali Intensifkan Pengawasan Terhadap Kos-kosan. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, kembali mengungkap adanya peredaran gelap narkotika jenis Sabu yang merupakan jaringan dalam Kota Denpasar dan luar Bali.

Dalam rilis yang digelar di Halaman Depan Kantor BNNP Bali, Denpasar, pada Selasa (8/2/2022), tim Pemberantasan BNNP Bali setidaknya telah mengamankan 3 pelaku dengan Barang Bukti (BB) Narkotika jenis Sabu seberat 1 kilogram sepanjang tahun 2022.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP Bali, Agus Arjaya mengatakan, ketiga pelaku ditangkap yang berbeda di Kota Denpasar. Adapun ketiga pelaku berinisial, TR, MD, dan RB, dengan total BB Sabu yang berhasil diamankan seberat 1.041.69 gram atau 1 kilogram lebih. Ketiga pelaku akan dijerat pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2), undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama seumur hidup.

“Berdasarkan analisis tim intelijen, pengungkapan ini berawal dari adanya penangkapan pertama di sebuah kos-kosan di Denpasar. Jadi, ada kami indikasikan ada pemain yang lebih besar lagi, sehingga kita melakukan pemantauan di daerah renon dan berhasil menangkap pelaku yang lebih besar dengan jenis BB dari ketiga pelaku ini hampir sama atau mirip,” ungkap Arjaya kepada Baliportalnews.com.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Denpasar yang Lebih Bersinar dalam Menyambut HUT ke-20 BNN RI

Selanjutnya, di tempat yang sama, Kepala BNNP (KBNNP) Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar menambahkan, dengan adanya pengungkapan peredaran gelap Narkotika di wilayah Denpasar khususnya yang pelakunya ditangkap di sebuah kos-kosan, kedepannya pihaknya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat, terhadap adanya kemungkinan para pengedar ini menjadikan kos-kosan sebagai gudang Narkoba. Selain itu, hal ini juga dilakukan sebagai upaya BNNP Bali mewujudkan Bali yang lebih Bersinar (Bersih Dari Narkoba).

“Betul sekali, makanya dari itu kita hari ini mengundang beberapa Bendesa Adat untuk bersinergi bersama kita mengawasi kos-kosan yang rawan akan peredaran dan penyalahggunaan Narkoba. Nantinya kita akan melakukan namanya penjangkauan, sweeping, dan SIL (Screening Intervensi Lapangan) terhadap kos-kosan yang ada indikasi digunakan untuk peredaran dan penyalahgunaan Narkoba,” papar Jenderal bintang satu tersebut. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini