Bantuan PLN
Peduli Smart Farming, PLN Salurkan Bantuan Petani Pelaga. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – PLN UID Bali kembali menyalurkan bantuan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui PLN Peduli kepada petani modern di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Senin (31/1/2022).

Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya menjelaskan batuan yang diberikan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pertanian di Bali.

“Kami mendukung penuh pengembangan inovasi di bidang pertanian salah satunya adalah Internet of Things untuk memudahkan para petani,” jelasnya.

Ia menyampaikan bantuan PLN yang diperuntukan untuk pengembangan pertanian green house hidroponik dengan smart farming sebesar Rp30 juta ini telah dimanfaatkan untuk mengembangkan penggunaan teknologi Internet of Things yang sudah diaplikasikan oleh kelompok Petani Mimba Farm Pelaga Petang.

Baca Juga :  Bersinergi dengan Pemkot Denpasar, PLN Luncurkan Promo Tambah Daya “Super Wow”

“Bantuan yang diserahkan berupa alat pengembangan IoT dan instalasi pemipaan untuk pertanian seperti sprinkle, pompa air, tandon air, alat pengukur kelembapan suh tanah, dan alat–alat pendukung lainnya,” terang Arya.

Pihaknya berharap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik selin itu juga mampu untuk meningkatkan produktivitas hasil tani sehingga perekonomian makin membaik.

I Wayan Mudita, Ketua Kelompok PMK Mimba Farm yang secara langsung menerima bantuan ini menjelaskan bahwa manfaat yang disarakan setelah menggunakan Smart Farming IoT ini terdapat penghematan air sebesar 20 persen, peningkatan kapasitas produksi sebesar 10–15 persen serta efisiensi di sisi tenaga kerja hingga 20 persen.

“IoT ini dimanfaatkan untuk memudahkan kami sebagai petani hidroponik untuk penyiraman, pemupukan, mengatur suhu dan kelembapan bahkan dari jarak jauh,” ungkap Mudita.

Mudita juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki manajemen tanam, sehingga dalam seminggu, misalnya, ingin 4 kali panen, maka akan dibuatkan rencana mulai menanam dan memanen sehingga rekanan dapat menentukan berapa kali mengambil sayur dalam seminggu.

“Jadi semuanya sudah terjadwal sehingga sayur–sayur premium kita sudah laku semua, dengan perkiraan omzet per bulan sebesar Rp50–60 juta,” pungkasnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini