Pecalang
Pecalang menjajal motor listrik. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka mendukung kegiatan pecalang menjaga keheningan suasana dan keamanan selama Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1944, enam perusahaan yang terlibat dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali dan Dinas Perhubungan yang bergabung dalam inisiatif KemBALI Becik meminjamkan 35 kendaraan listrik.

Kendaraan listrik tersebut nantinya akan diserahkan kepada 35 Desa Adat di Kota Denpasar melalui Majelis Desa Adat Kota Denpasar. Adapun penyerahan tersebut diwakilkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Bali IGW Samsi Gunarta kepada Ketua Pasikian Pecalang Denpasar, I Made Mendra.

Kendaraan listrik nantinya digunakan untuk patroli karena dianggap sebagai kendaraan yang paling tepat dan sesuai dengan semangat Nyepi, terutama dalam keadaan mendesak. Penggunaan kendaraan listrik dianggap dapat mendukung masyarakat Bali dalam menjalankan dresta, atau adat istiadat.

“Kendaraan listrik mudah digunakan dan sunyi, sehingga sangat mendukung suasana Hari Raya Nyepi, terutama dalam keadaan mendesak di lapangan. Kami sangat bersyukur atas inisiatifnya agar di lapangan kami dapat bertindak dengan tepat pada saat keadaan mendesak tanpa mengganggu kekhidmatan Nyepi,” ujar I Made Mendra Ketua Pasikian Pecalang Denpasar, di tengah konferensi pers di Gedung Dinas Perhubungan Bali.

Baca Juga :  Infrastruktur Siap, PLN UID Bali Ajak Masyarakat Gunakan Kendaraan Listrik

Selain sejalan dengan nilai-nilai dan budaya Bali, kendaraan listrik juga dapat menghindari polusi langsung. Dengan demikian kendaraan listrik diharapkan dapat menjadi moda transportasi masa depan yang sejalan dengan semangat pemulihan hijau, yaitu pemulihan ekonomi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mengutamakan manfaat jangka panjang.

“Dengan dukungan dari KemBALI Becik, Nyepi kali ini akan menjadi tonggak, kita melakukan perubahan, untuk pertama kalinya kendaraan listrik digunakan secara resmi dalam pengawasan pelaksanaan Nyepi di Bali. Dengan ini, kita,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Bali, IGW Samsi Gunarta.

Baca Juga :  Pelatihan Pecalang Se-Kota Tabanan

Dia juga mengajak Krama Bali untuk menggunakan sistem transportasi yang mendukung ekosistem pemulihan ekonomi Bali menuju Bali era baru yang rendah emisi karbon, menggunakan energi terbarukan, dan mendukung kelestarian. Adapun, menurut Samsi, KemBALI Becik digunakan sebagai tagline untuk pemulihan yang lebih baik.

Terobosan ini sejalan dengan kebijakan Provinsi Bali dalam mewujudkan provinsi berbasis energi bersih dan ramah lingkungan. Kebijakannya sendiri telah tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali No 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Adapun Kendaraan listrik yang dipinjamkan untuk desa adat di Kota Denpasar disediakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali, PLN UID Bali, Komunitas Electric Wheel, Viaje, Gesits, United Motor, dan Goda. Kendaraan-kendaraan ini nantinya akan disebarkan ke 35 Desa Adat yang tersebar di Denpasar; 10 Desa Adat di Kecamatan Denpasar Utara, 12 Desa Adat di Denpasar Timur, 11 Desa Adat di Denpasar Selatan dan 2 Desa Adat di Denpasar Barat.

Baca Juga :  MDA Kota Denpasar Keluarkan Imbauan Pedoman Hari Saraswati, Banyu Pinaruh dan Pagerwesi  

Ke-35 Desa adat tersebut adalah Kedua, Peninjauan, Cengkilung, Jenah, Peraupan, Poh Gading, Peguyangan, Tonja, Oongan, Ubung, Taman Poh Manis, Laplap, Bekul, Yangbatu, Pagan, Tanjung Bungkak, Kesiman, Penatih, Penatih Puri, Anggabaya, Tembau, Sumerta, Pemogan, Kepaon, SIdakarya, Penyaringan, Sanur, Pedungan, Sesetan, Serangan, Panjer, Renon, Intaran, Denpasar, dan Padang Sambian.

KemBALI Becik adalah sebuah kolaborasi dari beberapa lembaga masyarakat sipil, swasta, dan pemerintahan di Bali yang bertujuan untuk mendorong pemulihan pasca Covid-19 yang berorientasi pada ekonomi hijau, termasuk di dalamnya akselerasi transportasi rendah karbon, energi terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai KemBALI Becik akan dapat diunduh di kembalibecik.com. (bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini