Penyu
Keberlanjutan Kasus Penangkapan Penyu Ilegal Masuki Tahap II Pemberkasan oleh Kejari Badung. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Keberlanjutan kasus penangkapan penyu (satwa dilindungi) secara ilegal yang merupakan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Tindak Pidana Perikanan, kini telah memasuki tahap II pemberkasan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung.

Dalam keteranganannya pada Kamis (3/1/2022) Kasi Intel Kejari Badung, I Made Gede Bamaxs menjelaskan, bahwa kegiatan Tahap II Perkara Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Tindak Pidana Perikanan dari Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar telah diterima oleh Jaksa Ida Ayu Ketut Sulasmi, S.H., dari Kejaksaan Tinggi Bali serta Imam Ramdhoni, S.H. Satwika Narendara, S.H., sebagai Jaksa dari Kejaksaan Negeri Badung dan I G. Gatot Hariawan, S.H., Selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Badung per tanggal 31 Januari 2022, dan kini keberlangsungannya tinggal menunggu proses selanjutnya.

Baca Juga :  Gede Ngurah Ambara Putra Resmi Menjadi Anggota DPD RI, De Gadjah : Sinergi Parpol dan DPD Kunci Membangun Bali

“Bahwa perkara Penangkapan Penyu (satwa dilindungi) yang merupakan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Tindak Pidana Perikanan ini terjadi di wilayah sekitar perairan Uluwatu Bali menuju perairan Serangan Bali pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2021 sekira pukul 04.30 WITA. Tersangka Surito, Sudirman dan Joni Pranata selaku juragan kapal (jukung) telah tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan Penyu secara Ilegal oleh Anggota Patroli Posmat Serangan Lanal Denpasar. Dan setelah ditangkap ketiga tersangka kemudian diamankan oleh Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar. Kini kelanjutanya tengah memasuki tahap II pemberkasan di Kejari Badung,” ungkap Bmaxs.

Selanjutnya, ketiga tersangka diduga keras baik secara sendiri-sendiri maupun secara sama-sama telah melakukan Tindak Pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Tindak Pidana Perikanan di wilayah sekitar Perairan Uluwatu Bali menuju Perairan Serangan Bali.

Baca Juga :  215 Pengelola Koperasi di Denpasar Ikuti Diklat dan Uji Kompetensi

“Masing-masing tersangka tersebut disangka melanggar pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan pasal 96 jo pasal 36 UU No.45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 2004 tentang Perikanan,” jelasnya. (aar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News