Densus 88
Gus Nuril & Kadensus 88 Paparkan Pentingnya Merajut Kebhinekaan dalam Melawan Intoleran di Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dr. K.H Nuril Arifin Husein, MBA., selaku Senopati Nusantara Patriot Garuda Nusantara (PGN) bersama Kepala Densus 88 Anti-Terror Mabes Polri, Irjen Pol Marthinus Hurkom memparkan pentingnya merajut kebhinekaan dalam melawan intoleran.

Hal tersebut diungkapkan langsung dalam acara Ngopi Nusantara, bertempat di Pondok Syifaul Qulub Soko Tunggal, Jalan Nuansa Indah Selatan III, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Bali, pada Selasa (15/2/2022) malam.

Dalam kesempatannya tersebut, Dr. K.H Nuril Arifin Husein, MBA., atau yang akrab disapa Gus Nuril tersebut memaparkan, bahwa dalam kegiatan yang dilaksanakan tersebut berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebhinekaan dalam melawan intoleran di Bali.

Menurutnya, dengan adanya arus globalisasi, muncul paham-paham dari kelompok puritan yang menyebabkan agama terdistorsi, sehingga timbul kelompok yang sering mengkafirkan kelompok lainnya, sikap intoleran hingga munculnya kelompok teror. Dimana pada akhirnya hal ini dapat menghancurkan toleransi dan kelompok toleran, apabila tidak ada kesiapan untuk membela masyarakat toleran dari serangan mereka yang intoleran.

Baca Juga :  Tanggapi Soal Isu Pembubaran, Boy Rafli: Densus 88 Tetap Dibutuhkan dalam Penegakan Hukum Kasus Terorisme

Indonesia memiliki sejumlah pengalaman ketika berhadapan dengan dampak intoleransi yang telah berada dalam tingkat terburuk. Setidaknya, sejumlah terorisme yang terjadi pada akhir tahun 1990-an, awal tahun 2000-an, serta tindakan serupa dalam beberapa tahun belakangan dapat menjadi cerminan bagi pentingnya sinergi untuk meredam segala perilaku yang menjurus pada intoleransi.

“Pelajaran penting yang dapat direfleksikan dalam kehidupan masyarakat saat ini adalah dengan tidak memberikan ruang atau bahkan bersimpati kepada kelompok maupun pihak yang gemar melakukan bentuk-bentuk intoleransi, seperti merendahkan kepercayaan berbeda dengan yang diyakininya, mengganggu aktivitas peribadatan kelompok tertentu, hingga menebar ancaman bagi kelompok lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Diduga Terlibat Dalam Kasus Terorisme, Eks Sekum FPI Munarman Diciduk Densus 88

Selanjutnya, Kepala Densus 88 Anti-Terror Mabes Polri, Irjen Pol Marthinus Hurkom menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berkompromi terhadap tindakan intoleransi yang merusak sendi-sendi berbangsa dan bernegara. Untuk itu, pihaknya mendukung penuh kegiatan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama dengan saling menghormati keyakinan masing-masing.

Menurutnya, Sikap ini akan menjadi komando positif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menggugah upaya bersama mencegah dan meredam tindakan-tindakan intoleransi serta selalu menjaga kerukunan, melalui visualisasi nyata dari toleransi, tidak hanya dalam kehidupan beragama tetapi dalam ranah sosial bermasyarakat, seiring dengan upaya bersama untuk selalu menjunjung toleransi yang turut datang dari berbagai elemen masyarakat secara inklusif, optimisme hadir untuk menangkal intoleransi serta hidup berdampingan dalam perbedaan.

Baca Juga :  18 Tahun Buron, Densus 88 Berhasil Tangkap Salah Satu Gembong Bom Bali I

“Sekali lagi, menutup ruang bagi berbagai bentuk intoleransi, bertujuan agar toleransi dan keleluasaan masyarakat dalam berkeyakinan dan beribadah dapat terus terjaga serta tidak digantikan oleh intoleransi, bahkan kebencian dan tindakan merusak lainnya,” tegasnya. (aar/bpn)

1 KOMENTAR

  1. Kita perlu menjaga keutuhan NKRI dengan saling menghargai satu sama lain. Kita besar dan kuat karena bersatu.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini