Visa
Pengurusan Visa Kendala Utama Mahasiswa Asing Studi di Unud. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Penyelenggaraan perkuliahan kelas internasional di Unud pada masa pandemi Covd-19 tidak berjalan sesuai rencana. Sejumlah program internasional tidak terlaksana karena menuntut kehadiran mahasiswa di Bali, sedangkan mahasiswa asing belum bisa masuk Bali akibat berbagai kendala dalam pengurusan visa.

Hal itu diungkapkan Koordinator KUI Unud, Dr. Eng. Ni Nyoman Pujianiki, ST. MT. MEng., saat memimpin rapat koordinasi Kantor Urusan Internasional (KUI) Unud yang diselenggarakan di Gedung Agrokompleks Lt. III Kampus Denpasar, Jumat (7/1/2022).

Rapat koordinasi dihadiri perwakilan Koordinator Akademik dan Statistik, Koordinator Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Pengelola program BIPAS (Bali International on Asian Studies), IBSN (International Business Studies Network), BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), Tropical Engineering, Gobali, Internasional Program Fakultas Kedokteran, Tourism Confucius Institut (TCI), dan Bali Business Consulting.

Baca Juga :  Awal Tahun 2022, Jadi Moment Navicula Rilis Single dan Video Klip Terbarunya Bertajuk "Dinasti Matahari"

Lebih jauh, Dr. Ni Nyoman Pujianiki menjelaskan selama pandemic hanya tiga program internasional bisa diselenggarakan secara online yakni IBSM, Go Bali dan BIFAS. Hal ini berarti Unud masih menjadi tempat favorit bagi mahasiswa asing untuk menuntut ilmu.

“Mudah-mudahan tahun 2022 ini ada kepastian Unud menyelenggarakan kelas offline, sehingga mahasiswa asing bisa kuliah di Unud dengan nyaman nantinya,” kata Dosen FT Unud itu.

Dijelaskan, sejatinya KUI Unud merencanakan progam internasional berbasis prodi sejak tahun 2020, namun wabah Covid-19 menyebabkan realisasi program kerja itu tertunda.

Baca Juga :  Penghujung Tahun 2021, Fakultas Hukum Unud Gelar Rapat Koordinasi Dosen dan Pegawai

Mantan Wakil Rektor IV Unud, Prof. Drs. I Made Suastra, Ph.D., mengakui minat mahasiswa internasional mengikuti berbagai program international di Unud sangat tinggi. Sebagian besar mereka mengingikan hadir di Bali untuk mengikuti perkuliahan tatap muka, sehingga mereka menunggu kepastian terkait proses admintrasi dan keimigrasiannya.

Selaku Koordinator Program UISP Prof. Made Suastra, sering dihubungi mitra kerjanya di luar negeri meminta kepastian kapan Unud membuka kelas internasional seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Sejumlah mahasiswa asal Norwegia menanyakan kapan Unud bisa menerima mereka untuk perkuliahan tatap muka,” ujar Guru Besar FIB Unud itu. Prof. Suastra mengaku sudah menjelaskan kondisi Bali yang masih tertutup bagi masuknya orang asing akibat pandemi.

Baca Juga :  Tim Yustisi Kota Denpasar Gelar Penertiban di Pasar Tumpah  

Secara umum, lanjut dia, agent-agent penyaluran mahasiswa asing dapat memahami kondisi Bali saat ini sehingga Unud belum dapat menerima mahasiswa asing.

Dr. Eng Ni Nyoman Pujianiki menjelaskan, KUI Unud terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program internasional dan mempromosikannya agar semakin dikenal dan diminati mahasiswa asing.

“Tahun 2022, KUI merencanakan pelatihan bagi dosen-dosen pengajar mahasiswa asing, penyusunan RPS dan modul mata kuliah yang diajarkan di program internasional. Tujuannya perbaikan kualitas penyelenggaraan program internasional nantinya,” papar Dosen FT Unud itu. (unud.ac.id/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here