MarkPlus
Potret Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, bersama R.Abdul Latif Amin Imron selaku Bupati Bangkalan, Jumat (21/1/2022). Sumber Foto : Istiemwa

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Angka kasus Covid-19 yang terus melandai jadi lampu hijau bagi pemerintah untuk merapatkan barisan kembali, melangkah untuk recovery pasca pandemi. Mulai dari menggerakkan sektor fiskal, agrowisata, hingga memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha, yang selama ini jadi upaya membangkitkan ekonomi daerah.

MarkPlus menggelar webinar virtual The 1st MarkPlus Goes to Government bertajuk Recover Together Recover Stronger. Dalam kesempatan ini, hadir Bupati Bangkalan dan Bupati Karanganyar yang menyampaikan beragam upaya memulihkan perekonomian.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menilai bahwa upaya Kabupaten Karanganyar untuk pulih dari dampak pandemi adalah dengan meningkatkan ekspor hasil pertanian hingga menguatkan agrowisata wilayah.

“Dari sektor wisata  saat  ini  kami  orientasikan  wisata  agro,” ucap Juliyatmono

Pihaknya menilai saat ini agrowisata menjadi salah satu sektor dengan perkembangan yang cukup pesat.

“Agrowisata seperti tempat kuliner atau homestay di tengah sawah dan sekitaran lokasi pertanian ini pesat dampaknya. Dari homestay yang dibangun, masyarakat mendapatkan hasil yang positif.  Tak hanya efisien, wisatawan juga mendapat harga murah dan keluarga-pun beruntung karena roda perekonomian terus berputar,” jelas Juliyatmono.

Baca Juga :  Gelar MarkPlus Conference ke-16, MarkPlus ajak Bisnis Sambut Endemik

Dengan volume ekspor yang tak sedikit pada beberapa hasil pertanian seperti beras dan jahe, Juliyatmono tetap berkomitmen untuk menumbuhkan ekonomi Karanganyar. Salah satu upayanya adalah dengan menggarap digitalisasi pasar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Kemarin kita dorong percepatan untuk meraih posisi itu. Kita undang imigrasi, bea cukai, anak-anak muda yang bergerak di peternakan juga melakukan beragam improvisasi dan inovasi sehingga sektor bertumbuh sangat cepat, termasuk dengan menyiapkan teknologi tepat guna,” ujar Juliyatmono pada The 1st MarkPlus Goes to Government, Jumat (21/1/2022).

Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus, Inc menyatakan bahwa MarkPlus sempat bekerja sama dengan Pemerintah Karanganyar untuk memajukan branding wilayah Karanganyar. Branding Karanganyar 2030 resmi diluncurkan 18 November 2020, uniknya bersamaan dengan ulang tahun Hermawan Kartajaya selaku Founder dan Chairman MarkPlus, Inc. yang ke-73.

Baca Juga :  Sustainability dan Resiliency Jadi Kunci Bangkitnya Sektor Pariwisata Indonesia

Berbeda dengan Juliyatmono, R.Abdul Latif Amin Imron selaku Bupati Bangkalan membuka diskusi dengan menjelaskan berbagai upaya pemulihan ekonomi dengan insentif pajak dan percepatan pembangunan infrastruktur daerah, seperti:

  1. Pembangunan ART (Autonomous Rail Rapid Transit)
  2. Reaktivasi Jalur Kereta Api Kamal-Sumenep
  3. Pembangunan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan
  4. Jalan Modung-Sreseh
  5. Indonesia Islamic Science Park (IISP)
  6. Madura Industrial Seaport City
  7. Pembangunan Industri Terpadu dengan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan

Bagi Abdul Latif, upaya recovery Kabupaten Bangkalan juga merupakan bentuk promosi daerah bagi para investor.

“Ini adalah bentuk promosi yang kami lakukan ketika infrastruktur sudah terbangun dengan baik. Upaya sinergi antara pemerintah dan investor ini akan dirasakan manfaatnya juga oleh seluruh masyarakat,” ujar Abdul Latif.

Pihaknya kemudian memperjelas bahwa investasi yang dimaksud tak hanya berfokus pada sektor infrastruktur. Tak menutup kemungkinan sektor lainnya seperti peternakan juga mampu mendatangkan investor untuk menyejahterakan masyarakat.

Baca Juga :  Survei Markplus: Ini E-commerce Paling Mendukung Produk Lokal Selama Pandemi

Penemuan sapi madrasin misalnya, yang jadi fenomena menarik karena menggabungkan sel telur sapi limosin dan sapi madura.

“Sapi limosin ini spermanya boleh diimpor untuk dibawa Ini jadi potensi yang bagus, saat ini masyarakat sangat mandiri untuk budidaya sapi, kambing, dan domba. ini yang kedepannya dikembangkan,” tutupnya.

Sebagai informasi, acara hari ini merupakan MarkPlus Goes to Government perdana yang diselenggarakan oleh MarkPlus, Inc. dan dipandu oleh Taufik selaku Deputy Chairman MarkPlus.

Menutup webinar ini, Taufik menyatakan meski tidak se-terkenal Solo atau Klaten, dibalik itu Karanganyar memiliki kreativitas seperti bisa ekspor permen jahe dan bisa menjual beras maupun produk lokal yang lain, disamping mereka memiliki keunggulan pariwisata.

“Kita harapkan dua kabupaten tersebut bisa pulih lebih cepat dan membantu pemulihan ekonomi Indonesia,” ujarnya menutup MGTG yang disiarkan live melalui Zoom, Jumat (21/1/2022).(bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini