Pelau WIsata
Pelaku Wisata dan Dinas Pariwisata Ajukan Tiga Usulan untuk Percepatan Masuknya Wisatawan Mancanegara ke Bali. Sumber Foto : dnd/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Terkait adanya wacana usulan ke pemerintah pusat terkait percepatan masuknya wisatawan mancanegara ke Bali.

Untuk mendapatkan berbagai masukan dalam rangka mempercepat pemulihan pariwisata Bali, Plt. Kadis Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun mengumpulkan seluruh anggota dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang Rapat Soka, Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Selasa (21/12/2021).

Sementara itu, Plt. Kadis Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun kepada media usai rapat menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bali saat ini berada satu barisan dengan pelaku Industri Pariwisata dalam memperjuangkan pembukaan pariwisata Bali untuk mempercepat bisa masuknya wisatawan mancanegara ke Bali. Pemerintah Provinsi Bali akan mengajak para pelaku industri pariwisata bersama-sama menyampaikan ke pemerintah pusat terkait kebijakan-kebijakan yang dianggap memberatkan bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali.

“Ada lima hal yang dirasa menjadi kendala bagi wisatawan masuk ke Bali adalah kebijakan visa, aturan karantina, syarat penerbangan langsung, memperluas negara-negara yang diajak kerjasama dan asuransi. Hal hal ini yang harus di bicarakan baik-baik dengan Pemerintah Pusat agar didapat solusi yang menguntungkan semua pihak,” tandas Tjok Bagus Pemayun.

Baca Juga :  PH Tardakwa Yakinkan Nengah Alit Tidak Bersalah dan Meminta Hakim Bisa Bersikap Adil

Tjok Bagus Pemayun menambahkan, untuk sementara ini di Bali hanya menerima wisatawan mancanegara yang memiliki potensi besar, namun tetap diupayakan di lobby-lobby untuk kerja sama dengan negara-negara lain sebagai langkah berikutnya.

“Ke depan kita berharap bersinergi antara industri dengan pemerintah, karena pemerintah sebagai pemegang regulator dan industri sebagai eksekutor,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD IHGMA Bali, Dr. Yoga Iswara. Ia juga berharap agar selama Nataru jangan ada pembatasan untuk wisatawan domestik masuk Bali. Menurutnya, akhir tahun adalah masa ‘panennya’ pelaku wisata untuk meraup pundi-pundi rejeki, karena Bali memang siap untuk menyambut wisatawan.

Ada 3 rekomendasi dari hasil rapat pertama penanganan Bali dan Jawa dipisah, kedua fleksibelitas kebijakan dan yang ketiga stimulus ekonomi sebagai tambahan.

Yoga Asnawa menambahkan, stimulus ekonomi yang dimaksud misalkan Bali harus disterilkan kemudian kompensasi apa yang Bali dapatkan pada mereka yang ‘benar-benar berdarah’ apakah berupa bantuan subsidi, listrik atau yang lainnya.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah Bali dibuka secara bertahap, kalau bisa juga Bali disamakan dengan Jakarta karena Jakarta semua negara boleh masuk yang tidak memiliki resiko tinggi (kasus Covid-19),” ucap Yoga Asnawa.

Baca Juga :  Bali Dipilih Jadi Tempat Promosi 'Calendar Event of South Kalimantan 2023'

Pada masa pandemi seperti saat ini, aksi demo bukan menjadi solusi, namun semua pihak harus menjaga image Bali tetap aman dan damai terlebih jelang perhelatan G20 tahun 2022 mendatang.(dnd/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini