Lapas Kerobokan
Kalapas Kerobokan, Fikri Jaya Soebing. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Dalam upaya untuk mencari solusi permasalahan Over Kapasitas yang dihadapi oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan, rencana refitalisasi bangunan dan perluasan lokasi kini menjadi fokus utama pihak Lapas Kerobokan dibawah Kanwil Kemenkumhan Provinsi Bali kedepan untuk dapat segera direalisasikan.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II A Kerobokan, Fikri Jaya Soebing, saat ditemui di kantornya, Kerobokan, Badung, pada Rabu (15/12/2021) siang. Menurutnya, rencana perluasan Lapas tersebut sudah diajukan oleh Kanwil Kemenkumham Bali sejak awal 2021 yang lalu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, dan kini keputusannya tinggal menunggu arahan Gubernur Bali, Wayan Koster.

Baca Juga :  Ratusan Narapidana Dapat Remisi Umum di Lapas Kelas II A Kerobokan

“Kalau kita melihat bangunan di Lapas Kerobokan ini memang sudah tidak layak. Selain sudah sangat tua, bangunan yang ada juga sangat kecil kapasitasnya dan sudah sejak lama belum mengalami renovasi besar-besaran sehingga perlu adanya refitalisasi. Untuk rencana perluasan Lapas, kita melalui Kemenkumham Bali sudah mengajukan permohonan ke Pemprov Bali sejak awal tahun 2021 dan sekarang tinggal menunggu keputusan dari Gubernur Koster untuk realisasinya,” jelas fikri.

Selanjutnya, Kalapas Fikir Soebing juga memaparkan, bahwa dari 14 blok yang dimiliki oleh Lapas Kerobokan, kini telah dihuni oleh 1.419 Warga Binaan Pemasayarakatan (WBP) yang seharusnya dihuni oleh maksimal 300 WBP, tentu ini sudah melibihi kapasitas dan perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk memperluas dan merefitalisasi bangunan lapas menjadi lebih layak huni.

Baca Juga :  Gubernur Wayan Koster Dukung Reformasi Perizinan

“Ya kita sih berharap tahun depan rencana ini bisa segera direalisasi. Sehingga Lapas Kerobokan bisa lebih layak dihuni oleh WBP, dan permasalahan over kapasitas ini bisa terselesaikan,” papar Kalapas Kerobokan. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini