Narkoba
Akhir Tahun 2021, Wakapolda Bali Sebut Kasus Narkoba Alami Penurunan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Menjelang akhir tahun 2021, Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Ketut Suardana mengatakan adanya tren penurunan kasus kriminal yang ditangani oleh Kepolisian daerah (Polda) Bali, khususnya kasus-kasus Narkoba sepanjang perjalanan tahun 2021.

Dalam kegiatan rilis akhir tahun yang digelar, di Gedung PRG, Polda Bali, pada Rabu (29/12/2021) Wakapolda Bali menjelaskan, tren penyalahgunaan narkoba yang ditangani Polda Bali di tahun 2021 mengalami penurunan sebanyak 7.48% pada tahun 2020 sebanyak 775 kasus sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 717 kasus, sementara tren kasus narkoba Polda Bali mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu, ekstasy, ganja, dll.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Peringati HKSN, Antari Jaya Negara Ajak Pilar-pilar Sosial Bergandengan Tangan 

“Pengungkapan kasus menonjol di 2021 adalah penyalahgunaan narkoba, yang diantaranya pengungkapan home industry pembuatan extacy dengan mengamankan 286 butir (92,92 gram) serbuk dengan berat bersih 106,92 gram. Dan pengungkapan peredaran Shabu-shabu dengan mengamankan 1.013,74 gram dan 230 butir extacy dengan berat 94,66 gram,” jelas Wakapolda.

Selanjutnya, Wakapolda juga mengungkapkan bahwa kasus kriminalitas tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 secara umum mengalami penurunan sebanyak 14.95% (tahun 2020 sebanyak 2.107 dan tahun 2021 sebanyak 1.792).

“Kasus kriminalitas tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 secara umum mengalami penurunan sebanyak 14.95%. Tren perkembangan kasus menonjol (curat, curas, curanmor, anirat dan pembunuhan) mengalami penurunan sebanyak 27.8% (tahun 2020 sebanyak 550 kasus dan tahun 2021 menjadi 397 kasus),” terang Wakapolda.

Baca Juga :  FTP Unud Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Nusa Penida

Sementara itu, pihaknya juga menambahkan untuk tantangan di tahun 2022 mendatang, lebih kepada fokus pengamanan kehadiran delegasi dari 20 negara dalam acara Presidensi G20 di tengah kemungkinan penyebaran varian Omicron, event yang menghadirkan penonton di lapangan yang perlu memperhatikan protokol kesehatan, dan pemulihan ekonomi nasional khususnya membangkitkan pariwisata Bali. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here