Petisi
Forum Bali Bangkit Keluarkan Petisi, Minta Presiden Jokowi Hapus Kebijakan Karantina Bagi Wisman. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – 34 Stakeholders Pariwisata Bali yang tergabung dalam Forum Bali Bangkit, mengeluarkan petisi melalui Change.org yang berisi surat permohonan kepada Presiden RI, Joko Widodo, terkait perubahan kebijakan Open Border Bali, pada Jumat (19/11/2021) sore.

Dalam petisi di laman web https://www.change.org/p/mari-wujudkan-bali-bangkit tersebut tertulis, Forum Bali Bangkit meminta Presiden Jokowi untuk membatalkan syarat karantina 3 hari bagi Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Bali.

Dimana persoalannya adalah Bali dibuka namun aturan tidak mendukung pembukaan tersebut, bahkan terkesan mempersulit wisatawan asing yang ingin berlibur ke Bali, padahal Bali telah menyiapkan golden standard dengan test PCR di negara origin, kemudian test PCR yang kedua pada saat kedatangan di Bandara Ngurah Rai, wajib sudah melakukan vaksinasi, dan memiliki asuransi kesehatan.

Baca Juga :  Bupati Bangli Bersinergi Dengan Anggota DPR RI Kesuma Kalakan Serahkan Bantuan di Kabupaten Bangli

Lewat surat ini dengan kerendahan hati kami mohon Bapak Jokowi bisa memberikan dukungan untuk merubah regulasi yang menghambat datangnya wistawan mancanegara yang siap dan aman berkunjung ke Bali.

Selanjutnya, dalam surat tersebut juga berisi tiga tuntugan dari Forum Bali Bangkit kepada Presiden Jokowi dan Pemerintah Indonesia yang diantaranya;

Pertama, kebijakan visa berdasarkan Permenkumham No. 34 tahun 2021 maka jenis visa yang berlaku untuk memasuki wilayah Indonesia dalam hal ini khususnya Bali adalah Visa Kunjungan dengan tujuan wisata yang termasuk dalam kategori Visa B211A atau yang biasa disebut Business Essential Visa. Ini berarti, Free Visa dan Visa On Arrival (VOA) belum berlaku hingga saat ini. Permasalahan pada permohonan Visa B211A cukup rumit dan hanya dapat dilakukan lewat penjamin korporasi sesuai dengan ketentuan dari Imigrasi.

Baca Juga :  Gubernur Koster Paparkan Konsep Ekonomi Kerthi Bali di Pembukaan ICFBE 2021

Kedua, kebijakan karantina mengacu pada peraturan karantina yaitu SK ka-Satgas No. 15 tahun 2021 dan Adendum SE Satgas No. 20 tahun 2021 tentang 19 negara asing warga negaranya diizinkan datang ke Indonesia menjalankan masa karantina 3 X 24 jam bagi yang sudah vaksin lengkap dan tidak diperbolehkan ke luar dari kamar/villa. Hal ini bisa kita bayangkan bagaimana kondisi tamu yang akan berlibur ke Bali harus tinggal di kamar selama 3 (tiga) hari, sedangkan sudah banyak dan terus bertambah negara-negara yang mulai dan akan meninggalkan kewajiban karantina bagi pelaku perjalananan Internasional seperti Thailand, Kamboja, dan Maldives.

Baca Juga :  Bupati Suradnyana Minta PNS Jaga Integritas

Ketiga, berdasarkan peraturan yang berlaku dimana hanya warga negara dari 19 negara yang telah ditentukan dapat datang ke Bali dengan visa kunjungan B211A tujuan wisata dengan menggunakan penerbangan langsung. Kebijakan penerbangan langsung ke Bali kurang realistik karena hanya sebagian kecil penerbangan internasional langsung ke Bali, kebanyakan transit dalam perjalanan menuju Bali. Jika kebijakan terbang langsung ke Bali ini dipertahankan hasil kebijakan ini akan sangat kecil atau nihil.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Jurnalis Baliportalnews.com, sejak dikeluarkannya petisi tersebut setidaknya sudah ada 600 orang lebih yang sudah menandatangani petisi tersebut dan terus bertambah setiap menitnya hingga diharapkan mencapai target sebanyak 1.000 tanda tangan. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here