Sampah
Pengolahan Kompos oleh DLHK Kota Denpasar di Pengolahan Kompos TPS3R Kesiman Kertalangu. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Program pengolahan sampah terpadu berbasis desa/kelurahan di Kota Denpasar mulai membuahkan hasil. Dimana, Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce dan Recycle (TPS3R) yang terintegrasi di Kota Denpasar diharapkan mampu mengurangi distribusi sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Yang terbaru, setelah pemberlakuan kebijakan pemilahan sampah dari sumber, Pemkot Denpasar melalui DLHK langsung mengintegrasikan program pilah sampah dengan pengolahan pupuk kompos.

Kadis DLHK Kota Denpasar, IB Putra Wirabawa saat diwawancarai Rabu (13/10/2021) menjelaskan bahwa keberadaan TPS3R di Kota Denpasar hingga saat ini terus berupaya mengurangi distribusi sampah langsung menuju TPA. Hal ini dikarenakan adanya pemilahan sampah yang terpadu dari hulu atau sumber sampah.

Baca Juga :  Tidak Gunakan Masker dengan Benar Tim Yustisi Denpasar Bina Empat Orang Pelanggar Prokes

“Pengolahan sampah di Kota Denpasar dirancang terintegrasi, setiap bulannya kami mampu memproduksi pupuk kompos dari sampah organik yang dipilah di masing-masing TPS, sedangkan untuk sampah an organik ditangani dan diolah oleh Bank Sampah di Kota Denpasar,” ujar Gustra panggilan akrabnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sinergitas dan integrasi dalam upaya menciptakan Denpasar yang bersih, indah dan asri ini merupakan upaya berkelanjutan yang memerlukan sinergitas bersama. Baik dari masyarakat, yayasan, dan kelompok swakelola sampah sangatlah penting. Di Kota Denpasar sendiri terdapat sedikitnya 220 Bank Sampah yang tersebar di 4 kecamatan.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, Kwarcab Denpasar Gelar Gelang Ajar Pembina Pramuka

“Tentu ini sangat produktif dalam menyukseskan pengolahan sampah dari sumber, namun hal ini diperlukan dukungan masyarakat untuk memilah sampah sebelum diangkut oleh petugas  Swakelola Sampah sesuai dengan edaran yang baru, kerjasama ini sangat penting, sehingga diharapkan sampah harian Kota Denpasar yang mencapai 900 ton ini dapat dikurangi pergerakanya menuju TPA,” jelasnya.

Gustra menambahkan, hasil produksi pupuk kompos ini sudah siap didistribusikan. Adapun yang menjadi sasaran distribusi yakni desa/kelurahan, yayasan, sekolah serta komunitas-komunitas yang bergerak di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu, taman median pinggir jalan juga menjadi target utama pemupukan kompos ini.

Baca Juga :  Setelah 2,5 Tahun Menjabat, Putu Astawa Pamit dari Jabatan Kadispar Bali

“Di masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang menekuni hoby bertani untuk menciptakan ketahanan pangan, jadi bagi yang memerlukan bisa mengajukan permohonan melalui DLHK Kota Denpasar,” katanya.(adv/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here