Gepeng
Kasatpol PP Bali, I Dewa Nyoman Dharmahadi. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Jelang pembukaan pariwisata yang rencananya akan diujicobakan pada hari ini, Kamis (14/10/2021), sejumlah penertiban dilakukan kepada para Gelandaganan, pengemis (gepeng), dan pengamen dengan memakai atribut atau pakian adat Bali  kerap beraksi disejumlah wilayah di Kota Denpasar pasca Pandemi Covid-19 melanda beberapa waktu belakangan ini.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kasatpol PP Bali, I Dewa Nyoman Dharmahadi, yang mengatakan Satpol PP Bali akan gencar melakukan penertiban terhadap gepeng dengan kearifan lokal Bali tersebut, guna menjaga kenyamanan para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali serta menjaga citra Bali sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia.

Baca Juga :  Terapkan QRIS di Rumah Sakit Pemprov, Transaksi Digital Selaras dengan Tatanan Kehidupan Era Baru

“Kita memang lagi sibuk dengan penanganan Gepeng dan pedagang bermobil, karena penanganan ini kan sebagai-bagian juga kita dalam menyambut kedatangan wisatawan asing ke Bali. Kita kembalikan lah situasi itu seperti semula, termasuk Gepeng dengan pakaian adat ini yang banyak bertebaran ini, kita juga akan laksanakan dengan temen-temen di Kabupaten/Kota, agar citra baik Bali tetap terjaga di mata internasional,” ungkap Kasatpol PP Bali.

Selain itu, dirinya juga menegaskan, bahwa penertiban akan dilakukan dengan cara yang humanis dan presuasif, dimana nantinya para gepeng dengan kearifan lokal ini akan diarahkan ke Dinas Sosial ataupun Dinas Ketenagakerjaan, untuk dilakukan pembinaan dan pelatihan agar dapat mencari pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

Baca Juga :  Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar Lakukan Revolusi Kurikulum di Era Industri 4.0

“Memang tidak mudah memang, karena nantinya mereka akan kita bina untuk kita berikan pelatihan sesuai dengan arahan pak Gubernur Koster, biar mereka punya keahlian atau segala macem. Banyak pro dan kontra di masyarakat yang mengatakan mereka banyak yang bukan orang Bali, namun itu sah-sah saja. Kita temukan bukti juga bahwa mereka memang rata-rata orang Bali yang datang dari sejumlah daerah ke Kota Denpasar untuk mengemis,” jelasnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini