Sabu
Bawa Sabu 1 Kilo, Mahasiswa Asal Lampung Diamankan BNNP Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Seorang mahasiswa asal Lampung bernama Medi Sanjaya alias Kimo (21), diamankan oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali setelah kedapatan menguasai Barang Bukti (BB) Narkotika jenis Sabu (Metafetamin) dengan berat mencapai lebih dari 1.000 gram.

Dalam rilis kasus yang digelar di Kantor BNNP Bali pada Rabu (13/10/2021) pagi, Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Sugianyar Dwi Putra menjelaskan, kronologis penangkap tersangka Kimo ini berawal dari adanya informasi, kepada petugas tim Opsnal BNNP Bali akan adanya transaksi Narkotika di daerah Renon, Kota Denpasar. Setelah dilakukan pengintaian, petugas melihat seorang pria dengan ciri-ciri sesuai dengan informasi yang diperoleh.

Baca Juga :  Surprise, Konsumen Honda Dapat Kejutan di Hari Pelanggan Nasional

Saat tersangka keluar dari kamar sebuah homestay, petugas langsung mengamankan tersangka di areal parkir homestay tersebut. Setelah melakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan BB Narkotika jenis Sabu seberat 1.000,15 (netto) di dalam kamar tersangka lengkap dengan timbangan digital.

“Sabu dengan berat 1 kilogram ini, kami dapati di kamar tersangka Medi, yang kami yakini harganya mencapai Rp2 miliar. Menurut keterangan, tersangka mendapatkan barang haram ini dari seseorang bernama ‘Ayah’ yang masih kita lakukan pengembangan terkait keberadaannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hermawan Kartajaya Dorong Pariwisata Berkelanjutan dengan Tourism 5.0

Menurut Sugianyar, dengan adanya kasus penangkapan dengan BB Narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram ini, menandakan Bali masih menjadi pasar potensial bagi bandar narkoba meskipun masa Pandemi Covid-19 masih berlangsung di Bali. Menurutnya, dengan adanya penangkapan Sabu senilai Rp2 miliar ini, bukan dinilai dari materinya saja, tetapi bagaimana BNNP Bali telah berhasil menyelamatkan setidaknya 10 ribu warga Bali dari bahayanya peredaran barang teralarang ini.

“Walaupun masih ada saja yang lolos, tetapi ini tetap menjadi tugas kita untuk mengatasinya. Tentunya BNN tidak bekerja sendiri tetapi harus dibantu stakeholder terkait dalam mewujudkan Bali yang lebih bersinar,” jelasnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here