Cegah Banjir
Antisipasi Sedimentasi dan Cegah Banjir, PUPR Denpasar Gencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Musim penghujan yang mulai tiba menjelang akhir tahun mendapat perhatian serius Pemkot Denpasar. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), terus menggencarkan Pembersihan Sungai dan Saluran Air. Kali ini, pembersihan dilaksanakan menyasar Tukad Loloan, Desa Sanur Kauh oleh Pasukan Biru Prokasih DPUPR Kota Denpasar, Kamis (14/10/2021).

Kadis PUPR Kota Denpasar, I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta saat dkonfirmasi menjelaskan bahwa PUPR Kota Denpasar melalui Pasukan Biru Prokasih terus menggencarkan pembersihan sungai dan saluran air. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya antisipasi dalam mencegah meluapnya air sungai atau saluran air akibat adanya sedimentasi, sampah atau benda lainya di sungai.

Baca Juga :  Pelepasan Calon Wisudawan Fakultas Pariwisata Unud ke-109

“Pembersihan ini lebih kepada upaya untuk mengembalikan fungsi sungai yang sebenarnya, hal ini dilaksnakan secara rutin, sehingga saat debit air meningkat tidak meluap atau sampai menimbulkan genangan di titik tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Jimmy bahwa secara umum kondisi sungai dan saluran air di Kota Denpasar sudah sangat baik. Namun demikian tingginya intensitas hujan dan bertambahnya volume air dengan cepat membuat terjadi genangan di beberapa titik, namun paska hujan reda akan segera kembali normal.

Baca Juga :  Desa Dangin Puri Kangin Lakukan Pendataan Penduduk Non Permanen di Br. Kertha Bhuwana

“Kita ketahui Denpasar merupakan daerah hilir, selain sedimentasi, pasang surut air laut juga mempengaruhi perjalanan air menuju muara,” paparnya.

Jimmy turut mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan sungai dan saluran air lainya. Hal ini mengingat sudah memasuki musim hujan. Selain itu pula, Bali khususnya Kota Denpasar yang bertumpu pada sektor pariwisata juga wajib menjaga kebersihan lingkungan.

“Selain menyebabkan air meluap akibat berkurangnya daya tampung sungai, sampah juga akan bergerak menuju muara, ini akan mengotori pantai, jadi masyarakat dimohon untuk tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di sungai atau saluran air,” harapnya.

Baca Juga :  Karsa Gempita 2021, Duta Bahasa Provinsi Bali Ajak Generasi Muda Cintai Bahasa dan Sastra

Sementara Perbekel Desa Sanur Kauh, I Wayan Ada menyampaikan terimakasih atas respon cepat DPUPR Kota Denpasar. Sehingga penanganan sedimentasi di Tukad Loloan dapat teratasi dengan segara.

“Tenti kami berterimakasih kepada DPUPR Kota Denpasar, khususnya Pasukan Biru Prokasih (Program Kali Bersih) yang sudah andil membersihkan Tukad Loloan, dan kami juga mengajak masyarakt untuk tidak membuang sampah ke sungai,” pungkasnya.(adv/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here