Ayu Pinatih juga menjelaskan kemirisannya terhadap guru-guru yang masih ogah-ogahan dalam mengajar, tidak mau mengikuti perkembangan teknologi, dan kurang dalam meningkatkan kemampuan diri.
“Saya merasa masih ada guru yang ogah-ogahan dalam mengajar, tidak mau mengikuti perkembangan teknologi, dan kurang dalam meningkatkan kemampuan diri,” katanya.
Adanya ketimpangan pemahaman antara pemerintah daerah dengan Menteri Pendidikan, menurut dia, menjadi menarik untuk diulas. Kata dia, masih ada guru sekadar memberi teori dan tes, tanpa mengetahui lebih dalam pemahaman siswa dengan pelajaran yang diberikan.
Harusnya guru menjadi role model bagi siswa dan juga menjadi motivator bagi siswa. Guru juga hendaknya memberikan gambaran pengaplikasian pengetahuan yang diajarkan dalam kehidupan nyata.
“Banyak topik mengangkat permasalahan dan tantangan yang dihadapi guru, siswa, orang tua, juga pemerintah. Terkumpulan menjadi 12 bab buku yang saya tulis,” ucap perempuan kelahiran Tabanan.
Melalui bukunya, Ayu Pinatih mengajak guru-guru untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat dalam mewujudkan Merdeka Belajar.













