Dari alur cerita ini, Akalankan sebagai animator, ingin menyampaikan pesan, kalau kita semua sama. Meski seseorang memiliki keterbatasan secara fisik, tapi semua memiliki hak yang sama dan berhak untuk bahagia.
Ditemui di rumahnya di kawasan Jimbaran, Badung, Akalanka mengatakan, cerita yang dibuat ini, spesial dibuat untuk menyambut hari kemerdekaan RI yang ke-76 tahun. Dalam hal ini, dirinya ingin mengajak semua pihak untuk tidak membeda-bedakan seseorang, baik dari latar belakang nya maupun kondisinya. Dengan kebersamaan, semua pekerjaan pasti lebih mudah dikerjakan.
“Cerita ini spesial untuk hari Kemerdekaan RI. Cerita ini hanya sebuah fiksi belaka, kami memohon permaklauman apabila ada kesamaam dari alur cerita maupun ada kesamaan dari nama karakter yang digunakan,” kata Akalanka yang juga Ketua Kelas 7.8 SMP Negeri 1 Kuta.
Besar dari keluarga yang selalu menjunjung tinggi kedisiplinan dan kerja keras, sebagai generasi muda, dirinya bersama teman-temannya siap terus berusaha meneruskan perjuangan para pahlawan. Tentunya melalui cara mereka, yakni rajin belajar, dan tekun.
“Sebagai generasi muda, kami siap meneruskan semangat perjuangan, dengan cara kita masing-masing,” katanya sembari mengangkat kepalan tangan sambil memekikkan kata, Merdeka…Merdeka..Merdeka..!
Sementara itu, Ni Kadek Sri Hardani sebagai orang tua Akalanka mengatakan, akan terus mendukung apa yang dicita-citakan Putranya. Dirinya akan terus memberikan pendampingan agar bisa terarah sesuai apa yang di targetkan.













