Executive Karaoke
Baliho EC Karaoke yang menjelaskan bahwa mereka tutup selama pelaksanaan PPKM di Bali. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Management salah satu tempat hiburan di Kota Denpasar, Executive Karaoke (EC) memberikan klarifikasinya terkait pemberitaan tempatnya yang buka selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Provinsi Bali berlangsung.

Melalui perwakilan bidang Humas, Wayan Armawan, dan tim Marketing EC, Bima Suparta, pada Senin (9/8/2021) siang, pihak Management EC Karaoke membenarkan bahwa ada terjadi kesalahpahaman di lapangan antara karyawannya yang bekerja dengan tamu yang berkunjung pada saat itu.

Selain itu, pihaknya juga telah menjelaskan secara langsung kronologis kejadian tersebut kepada pihak Satpol PP Kota Denpasar dan telah memenuhi sanksi yang diterima pihaknya berupa denda administratif kepada Pemerintah Kota Denpasar pada khususnya.

Dalam kesempatannya tersebut, Wayan Armawan menjelaskan, bahwa pihak Management EC telah menutup tempatnya sejak pemberlakuan PPKM tahap pertama pada awal Juli 2021 yang lalu. Pihaknya mengaku telah mengikuti imbauan Pemprov Bali tentang PPKM sesuai dengan SE Gubernur dan Walikota yang beredar, dengan cara memberikan pemberitahuan kepada masyarakat melalui Baliho yang dipasang pihak Management EC.

Baca Juga :  Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Kota Denpasar

Namun, pihaknya juga tidak memungkiri bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara karyawannya dengan satu orang  tamu yang berkunjung pada saat itu, sehingga dalam hal ini pihak Management EC harus menerima sanksi berupa teguran dan denda administratif kepada Pemkot Denpasar.

“Tutup, kita sebenarnya kemarin itu tutup. Selama PPKM ini kita juga sedang melakukan renovasi tempat, cuma karyawan memang ada yang bekerja dengan kapasitas lima puluh persen yang dilakukan secara bergilir. Tetapi memang pada saat itu, kita memang kecolongan, bahwa memang benar ada satu tamu yang nyelonong masuk tanpa sepengetahuan pihak management. Kita tidak nutup mata akan hal itu, kita terima konsekuensinya, dan saat ini kita sudah penuhi semua sanksi yang diberikan oleh Pemkot Denpasar,” ungkap Wayan Armawan.

Baca Juga :  Diduga Gantung Diri, Seorang Pria di Sanur Kaja Ditemukan Tak Bernyawa di Sebuah Pohon Mangga
Executive Karaoke
Wayan Armawan, EC Karaoke. Sumber Foto : aar/bpn

Selanjutnya, pihak Management EC juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat di Kota Denpasar, bahwa kedepannya hal-hal serupa tidak akan terjadi lagi dan tetap akan terus mengikuti arahan pemerintah selama Pandemi Covid-19 ini belum berkahir.

“Dalam hal ini, kami dari pihak Management EC Karaoke meminta maaf kepada masyarakat Kota Denpasar atas adanya kesalah pahaman yang terjadi. Kami akan terus berusaha mengikuti semua prosedur yang ada yang telah diatur selama pelaksanaan PPKM ini berlangsung, dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi kedepannya,” tutupnya. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini