
“Paling tidak BLT ini bisa meningkatkan imun masyarakat ketika membutuhkan dana walaupun sedikit. Negara harus ada untuk masyarakatnya, dan Bupati harus hadir di tengah-tengah masyarakatnya sesuai dengan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Penyaluran BST oleh Kemensos kepada 14.132 KK Badung dengan nominal Rp600 ribu per KK untuk 2 (dua) bulan, pencariannya dilakukan lewat PT Pos. Dan apabila ada warga yang tercecer dalam proses pendataan, Bupati Giri Prasta mempersilahkan warga Badung melapor melalui posko pengaduan 24 jam Dinas Sosial di nomor 081 238 000 544 dan 085 106 924 888. Disinilah diperlukan sinergi masyarakat dan pemerintah untuk sama-sama berproses.
Lebih lanjut Bupati Giri Prasta mengungkapkan fokus Kabupaten Badung dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, yakni pemenuhan ketersediaan bed occupancy ratio (bor) dengan segala fasilitas pendukungnya sehingga pada saat ada pasien, semua peralatan medisnya sudah lengkap. Disamping itu pihaknya juga terus menjalin koordinasi dengan semua pihak terkait untuk menyediakan kebutuhan oksigen bagi Kabupaten Badung.
“Ke depannya setelah pandemi ini kami pastikan di Kabupaten Badung ada mesin oksigen sehingga kita distribusikan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Badung. Inilah hal yang paling prinsip yang harus kita lakukan dan saya kira itu semua sudah berjalan dengan baik dan kami selalu komunikasi dan bersinergi dengan satgas, provinsi dan pusat,” imbuhnya.
Sementara itu salah satu warga yang menerima BLT PPKM Darurat Kabupaten Badung, Hasan mengatakan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Badung atas perhatiannya kepada masyarakat di masa PPKm darurat.
“Karena selama ini pekerjaan saya cuma seorang sopir travel saja, selama pandemi ini saya dirumahkan dan menunggu panggilan saja. Kita syukuri saja apa yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Badung dan sangat membantu kami masyarakat kecil,” ujarnya.(bpn)












