Asrama
Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa. Sumber Foto : Istimewa

“Penjajagan juga dilakukan terhadap yayasan yang menaungi SMA Taruna Mandara yang disiapkan jika asrama di SMA/SMK Bali Mandara penuh,” ucap Agus Suradnyana.

Terpisah, ditemui usai melakukan peninjauan terhadap dua asrama di sekolah tersebut, Sabtu (17/7), Sekda yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa menyebutkan secara lisan koordinasi telah dilakukan dengan Sekda Provinsi Bali.

Hasil koordinasi tersebut, Sekda Provinsi Bali sudah disetujui dan dipersilahkan untuk menggunakan asrama siswa SMA/SMK Bali Mandara. Jika dipergunakan, dalam kondisi normal kapasitasnya 400 tempat tidur. Dikarenakan ini untuk menampung pasien Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG), skema awal digunakan hanya 50 persen. Sehingga, ada 200 tempat tidur yang bisa digunakan untuk menampung OTG. Ditambah dengan asrama mahasiswa Undiksha, sudah 360 tempat tidur.

“Kalau lebih mendesak lagi, di Bali Mandara masih bisa menambah 50-100 tempat tidur lagi. Dengan mengatur jarak masing masing sehingga kapasitasnya tidak penuh 100 persen. Dengan kapasitas maksimum yang digunakan 75 persen,” sebutnya.

Baca Juga :  Masa Jabatan Perbekel di Buleleng Diperpanjang 2 Tahun, Pj. Lihadnyana Beri Pesan Tegas!

Dirinya menambahkan, dengan melihat jumlah kasus yang mencapai ratusan per hari, penjajagan dilakukan dengan yayasan yang menaungi SMA Taruna Mandara. Seperti diketahui, SMA TAruna Mandara juga memiliki asrama untuk siswa. Seandainya di SMA/SMK Bali Mandara penuh, asrama siswa di SMA Taruna Mandara ini yang digunakan.

“Karena punya asrama siswa yang baik dari sisi toilet dan pendukung lainnya. Kita bisa gunakan 100 tempat tidur tambahan. Catatannya kalau di SMA/SMK Bali Mandara sudah penuh. Mudah-mudahan tidak,” imbuh Suyasa.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News