Covid-19
Ilustrasi Vaksinasi Covid-19. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Meskipun sudah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali, namun seorang penerima vaksinasi masih tetap bisa terjangkit virus Covid-19, dan jika memiliki penyakit penyerta serta tidak mendapatkan perawatan yang baik bisa mengakibatkan kematian.

Terhadap kasus tersebut, dokter Rumah Sakit Surya Husada, dr. Danendra Danny Anggara menjelaskan, dalam terjadinya proses infeksi ada beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan resiko infeksi.

“Faktor tersebut adalah, faktor manusia, faktor agen penyakit (dalam hal ini virus/bakteri, semang, dll) serta faktor lingkungan,” ungkapnya, pada Rabu (23/6/2021) sore.

Disebutkan dr. Danny, tidak memiliki keseimbangan dalam tubuh maka proses infeksi dapat terjadi dengan cepat. Dalam kasus seseorang penerima vaksin Covid-19 dengan dosis lengkap, tetap bisa terjangkit virus Covid-19. Hal tersebut terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara faktor manusia, agen penyakit dan lingkungan.

Baca Juga :  Percepat Penanganan Covid-19 di Denpasar, Gubernur Koster Gelontorkan Anggaran 10 Miliar

Ketidakseimbangan yang dimaksud adalah, kondisi tubuh manusia yang cenderung tidak dalam kondisi fit sehingga menyebabkan antibodi yang terbentuk tidak maksimal, sehingga menyebabkan virus bisa menginfeksi tubuh dengan mudah, sementara agen penyakit dalam hal ini adalah virus Covid-19 masih tersebar dengan berbagai varian baru. Selanjutnya adalah keseimbangan pada faktor lingkungan, yang saat ini masih belum maksimal untuk menjaga manusia untuk tidak tertular virus.

“Faktor lingkungan ini juga termasuk faktor cuaca, yang mana dalam satu siklus musim, bisa menjadi lingkungan yang baik untuk berkembangnya virus, hal ini mungkin jugaa bisa membuat daya sebar virus lebih luas,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini