Hari Buruh
Momentum Hari Buruh Sedunia, FSP PAR-SPSI Bali Harapkan Pemerintah Lebih Memperhatikan Kaum Buruh. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Momentum perayaan Hari Buruh Sedunia, yang jatuh setiap tanggal 1 Mei. Merupakan hari untuk memperingati perjuangan bersejarah buruh dan keberhasilan yang dibuat oleh gerakan pekerja. Untuk kedua kalinya, peringatan Hari Buruh Sedunia berlangsung di tengah Pandemi Covid-19, yang sangat berdampak besar pada sisi kesehatan, sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan.

Menanggapi situasi seperti sekarang ini, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, KSPSI Provinsi Bali, I Wayan Madra mengatakan, pihaknya akan terus bertekad untuk melalui badai pandemi Covid-19 ini dengan baik, hal ini sebagai simbol perjuangan kaum buruh yang tetap tegak berdiri walaupun dihantam cobaan yang bertubi-tubi.

Selain itu, pihaknya juga berharap rencana pembukaan pariwisata Juni-Juli mendatang benar-benar dapat terealisasi, untuk menumbuhkan kembali semangat para pekerja, khususnya disektor pariwisata Bali agar dapat bersama-sama mendukung pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Baca Juga :  Bawaslu Hemat Rp1,5 Miliar Lebih Saat Gelaran Pilwali 2020

“Kita dari KSPSI Provinsi Bali, bertekad untuk bagaimana kita melalui badai Covid-19 ini. Dan kita sebagai pekerja yang ada di Bali ini harus tetap semangat, untuk menyambut pembukaan pariwista Juli mendatang,” ujar I Wayan Madra, saat dikonfirmasi langsung di Kantor SPSI Bali, Denpasar, Sabtu (1/5/2021) pagi.

Pada saat yang bersamaan, Ketua Federasi Serikat Pekerja Pariwisata, PD FSP Par-SPSI Provinsi Bali, Putu Gunanta mengatakan, sebagai momentum Hari Buruh Sedunia kali ini, diharapkan pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib-nasib kaum buruh, khususnya para pekerja pariwisata yang ada di Bali, yang sangat terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Kami dari PD FSP Par-SPSI Provinis Bali tetap mengaharapkan bahwa, kerja sama kita dengan pemerintah tetap terjalin dengan baik, kemudian buruh tetap diperhatikan. Walaupun dalam situasi Covid, kami berharap tetap mendapat perhatian lebih dari pemerintah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kemenkum HAM Bali Hadiri Rapat Kunker Satgas Penanganan Covid-19

Saat ini, yang sangat diperlukan oleh kaum buruh adalah, bentuk konsistensi pemerinah dalam rencana pembukaan pariwisata Juni-Juli mendatang, dapat benar-benar terealisasi. Agar momentum terasebut dapat menjadi acuan bagi kaum buruh pariwisata, untuk dapat memutar kembali roda perekonimannya serta mampu mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here