Ia menambahkan, seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka juga harus mendapatkan persetujuan dari orang tua terlebih dahulu. Hal ini demi kepentingan psikologis dan kesiapan bersama. Tenaga pendidik juga sudah semua mendapatkan vaksinasi agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan aman dan nyaman.
“Penerapan kegiatan belajar mengajar nantinya akan berjalan dengan sistem blended learning. Yakni perpaduan antara kegiatan belajar mengajar tatap muka dan daring, sampai pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Jembrana berangsur normal kembali. Kami berharap penerapan kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan protokol kesehatan dapat mendukung kegiatan pembelajaran dan meningkatkan semangat belajar siswa,” imbuhnya.
Usai melaunching Pembelajaran Tatap Muka, Bupati Tamba juga menyerahkan bantuan berupa smartphone kepada siswa kurang mampu. (bpn)













