Sugeng juga bertanya ada dimintai biaya, dijawab tidak ada dimintai apa-apa. Bahkan katanya pelayanannya mudah dan cepat, tidak berbelit-belit. “Saya melihatnya cukup baik,” kata Sugeng.
Untuk kedepannya, Sugeng berharap semua pelayanan ditingkatkan. Dengan kemajuan zaman sekarang, masyarakat inginnya mudah, cepat dan simple. Jadi Sugeng berharap di Gianyar dibangun satu tempat semacam mall pelayanan publik sehingga masyarakat tidak perlu kemana-mana lagi untuk mengurus segala macam perizinan, cukup di satu tempat.
“Masyarakat mau mengurus SIM, IMB, paspor dan lain-lain itu bisa di satu tempat, itu harapan kami,” ujar Sugeng.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya yang mendampingi Tim Satgas Korsupgah mengatakan bahwa Bupati Gianyar sudah punya rencana membangun mall pelayanan publik tahun ini.
Disebutkan mall pelayanan publik itu rencananya akan dibangun di lahan yang saat ini disewakan untuk pertokoan yang lokasinya di sebelah timur Bank Daerah Gianyar. Pembangunan tersebut akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Mall pelayanan publik tersebut tidak hanya untuk pengurusan izin di Pemkab saja, namun juga yang terkait dengan kepolisian, kejaksaan, dan lain-lain.
Sekda Wisnu Wijaya menyebutkan saat ini masih proses pengkajian dan pendataan ke badan aset.
“Kita tidak ingin membangun di atas lahan yang bukan milik kita, kita pastikan dulu, dan ini sedang diurus,” ujarnya. Ditambahkannya, sesuai perencanaan maka kira-kira Agustus tahun ini proses pembangunan akan dimulai. “Sehingga tahun 2022 kita harap semua sudah terwujud, termasuk mall pelayanan publik,” tambahnya.
Tim Satgas Korsupgah juga meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Banjar Antugan, Desa Blahbatuh. Di tempat ini, Kepala Satgas Korsupgah Korwil V Sugeng Basuki sempat mewawancarai seorang warga yang usai menerima vaksin. Sugeng bertanya, apakah ada pungutan, apakah dipersulit dalam menerima vaksin? Warga tersebut menjawab tidak.(bpn)













