Rumah Jabatan
Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP setelah pemeriksaan oleh Kejati Bali. Sumber Foto : aar/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Terkait adanya dugaan kasus korupsi sewa Rumah Jabatan Sekda Buleleng, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melakukan pemeriksaan terhadap mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP, pada Selasa (23/3/2021) pagi.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung di kantor Kejati Bali, Renon, Denpasar tersebut, Dewa Puspaka dimintai keterangan oleh penyidik seputar penganggaran Sewa Rumah Jabatan dalam APBD, yang berlangsung selama 5 jam.

Dalam kesempatannya, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Bali, A Luga Harlianto menjelaskan, pemeriksaan terhadap Dewa Puspaka dimulai pada pukul 10.00 WITA, dan dalam kesempatannya, mantan Sekda Buleleng tersebut didampingi oleh kuasa hukumnya, Agus Sujoko, SH. Selain memeriksa Dewa Puspaka, penyidik Kejati Bali juga memeriksa tiga saksi lainnya, yang sebelumnya juga pernah diminta keterangan mengenai kasus tersebut.

“Hari ini 23 Maret 2021, Dewa Ketut Puspaka sebagai mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, periode 2011–2020 telah memenuhi panggilan penyidik Kejati Bali, untuk memberikan keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan umum yang kita laksanakan,” ujar Luga Harlianto.

Baca Juga :  Lomba Pos Satkamling, Bupati Buleleng Apresiasi Sinergitas Polres Buleleng dengan Masyarakat Desa Bulian

Penyidik Kejati Bali meminta keterangan seputar APBD dan penentuan rumah sebagai objek sewa, serta juga terkait pencairan anggaran tersebut. Dugaan korupsi sewa rumah jabatan ini, dinilai merugikan Negara hingga Rp800 juta lebih. Walaupun dalam kesempatannya, Dewa Puspaka pada Jumat (19/3/2021) telah mengembalikan uang sebesar Rp924 juta melalui Bank BPD Cabang SIngaraja, namun proses penyidikan tetap dilaukan oleh Kejati Bali.

Dalam menjalani pemeriksaan selama lebih dari lima jam, hingga pukul 15.30 WITA, Sekda Buleleng periode 2011–2020 tersebut nampak fit dan sehat. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik juga meminta Dewa Puspaka untuk menjelaskan secara detail biaya sewa rumah jabatan per tahun.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi Covid-19 Sasar Desa Lokapaksa, Targetkan Tuntas Dalam Seminggu

“Terima kasih sama Tuhan, bahwa sampai sore hari ini saya masih sehat dalam menjalani pemeriksaan. Semua pertanyaan bisa saya jawab dengan baik dan jelaskan dengan baik, saya sangat nyaman sekali menjalani pemeriksaan ini, dengan pertanyaan–pertanyaan yang jelas dan kemudian kesempatan yang diberikan juga luar biasa, saya juga menjawab dengan tenang sehingga semoga nanti tidak ada kekeliruan yang berarti dalam setiap penjelasan yang saya berikan,” ungkap Dewa Ketut Puspaka, saat selesai menjalani pemeriksaan oleh Kejati Bali.

Sebelumnya, penyidik Kejati Bali mengungkap adanya dugaan penyimpangan anggaran terkati pengadaan rumah jabatan. Dan dari dokumen yang telah disita oleh penyidik, ditemukan adanya kesepakatan sewa menyewa menggunakan rumah pribadi dan uang sewa masuk ke rekening pribadi pemilik rumah. Adanya unsur penyimpangan tersebut mengarah ke tindak pidana korupsi, Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini