BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kabupaten Buleleng merupakan wilayah yang masyhur dengan produksi buah lokal, dan salah satu tempat jual beli buah lokal terbesar dan tertua di Kota Singaraja adalah Pasar Banyuasri. Melihat pentingnya Pasar Banyuasri bagi perekonomian Kota Singaraja, bangunan pasar yang sudah banyak lapuk memantik sebuah gagasan besar. Revitalisasi Pasar Banyuasri diputuskan untuk dilakukan, dengan rencana menjadikannya Pasar Buah terbesar, dan salah satu pusat ekonomi besar di Bali Utara.
Januari 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menggodok semua ide untuk mengubah wajah Pasar Banyuasri. Revitalisasi dirancang sebagai upaya untuk mempertahankan pedagang kecil dan tradisional ditengah pesatnya perkembangan pasar dan toko-toko modern. Sebuah ide untuk membuat pedagang kecil makin sejahtera, dengan memerhatikan standar kenyamanan pembeli yang semakin tinggi saat ini. Tepat pada Selasa 9 Januari 2018, Bupati Buleleng, Putu Agus menganggarkan dana sebesar Rp30 miliar untuk proses revitalisasi.
Berangkat dari gagasan tersebut, beberapa langkah awal kemudian dilakukan, salah satunya mendengarkan beberapa masukan dari pihak konsultan. Pedagang pasar juga dilibatkan dalam penyampaian Detail Enginering Design (DED). Dalam mewujudkan sebuah gagasan besar, tentu ditemui beberapa permasalahan, seperti gagal tender yang diakibatkan oleh rekanan tidak berani mengerjakan dengan alasan keterbatasan waktu. Risikonya cukup besar jika dikerjakan dengan waktu yang singkat.
Namun berbagai kendala yang dihadapi, tak menyurutkan niat Bupati Agus Suradnyana untuk terus melanjutkan prosesnya. Sampai pada akhirnya para pedagang pasar dan pedagang bermobil direlokasi. Sebanyak 700 pedagang berhasil direlokasi ke Terminal Banyuasri dan Jalan Samudra yang masing-masing terletak di sebelah timur dan barat Pasar Banyuasri.
Kemudian sebanyak 54 pedagang bermobil ditempatkan berjajar di lokasi yang disiapkan saat ini. Sebelum pemindahan, dilakukan pertemuan dengan para pedagang yang menempati lahan baru, demi memberikan sosialisasi terkait dengan lokasi berjualan dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan.
Relokasi pedagang telah dilakukan, revitalisasi pasar banyuasri memasuki babak baru, yakni proses pengadaan atau tender pambangunan fisik. Setelah melalui proses tender yang alot hingga menemukan pemenang, 12 Desember 2019 pengerjaan revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri resmi dimulai. Groundbreaking ditandai dengan pemasangan tiang pancang.













