Vaskin
Sumber Foto : https://www.freepik.com

BALIPORTALNEWS.COM, YOGYAKARTA – Vaksin Covid-19 telah diberikan secara bertahap ke masyarakat Indonesia sejak bulan Januari 2021 lalu. Saat ini pemberian vaksin Covid-19 telah memasuki tahap dua untuk pelayan publik dan lansia. Lantas adakah hal khusus yang harus dilakukan jelang vaksinasi?

Pakar Virologi dan Imunologi dari UGM, dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D., menyebutkan tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan menjelang vaksinasi Covid-19.

“Sebenarnya tidak ada persiapan spesifik yang mesti dilakukan dari sisi medis, misalnya harus konsumsi makanan, minuman, atau obat tertentu,” terangnya, Rabu (10/3/2021).

Baca Juga :  Tim Yustisi Kembali Jaring 56 Pelanggar Prokes  

Kendati begitu, sebelum pemberian vaksin masyarakat diharapkan memperhatikan sejumlah hal supaya memperoleh hasil optimal. Salah satunya dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Hal itu dapat diperoleh antara lain dengan konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.

Selanjutnya, istrahat yang cukup. Hindari melakukan kegiatan berat yang mengakibatkan kelelahan sehingga saat menerima vaksin kondisi tubuh dalam keadaan prima.

Lalu perlukah mengonsumsi obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa nyeri pasca vaksinasi? Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM ini menyampaikan konsumsi obat pereda nyeri tidak disarankan karena injeksi vaksin hanya menimbulkan nyeri yang ringan. Obat pereda nyeri hanya diberikan atas indikasi dokter pada kondisi tertentu.

Baca Juga :  UGM Borong Juara KMI Expo 2021

Demikian pula dengan obat anti alergi tidak disarankan untuk dikonsumsi menjelang vaksinasi. Hakim menerangkan bahwa sebelum divaksin petugas kesehatan akan melakukan skrining riwayat kesehatan termasuk alergi. Apabila ada riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin, maka tidak akan diberikan vaksin Covid-19.

“Jangan lupa untuk tetap patuh menerapkan protokol kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, memghindari kerumunan, serta membatasi mobilitas,” tuturnya.(bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here