Instruktur Safety Riding Astra Motor Bali, I Gusti Ngurah Agung Iswahyudi mengatakan dalam edukasi dengan SMP PGRI 2 Denpasar, Honda tidak mengajarkan cara berkendara karena belum cukup umur untuk berkendara, melainkan memberikan edukasi pengetahuan lalulintas seperti pengetahuan rambu-rambu, marka jalan, cara berboncengan yang benar dan aman tetap menggunakan Helm, Jaket, serta masker.
“Dengan semangat Satu Hati, kami tidak henti-hentinya mengedukasi kepada masyarakat memberikan sosialisasi, anak yang masih dibawah umur dilarang membawa sepeda motor karena masih kurangnya pengetahuan akan lalu lintas, emosi yang masih labil, serta tidak cakap dalam mengendalikan sepeda motor yang bisa berpotensi kecelakaan, karena faktor kecelakaan terbesar adalah faktor manusia selain kendaraan dan lingkungan, serta 58% korban kecelakaan berasal dari umur 14-39 tahun dan ini menjadi perhatian khusus Astra Motor Bali dan Dirlantas Polda Bali dalam memberikan edukasi keselamatan berkendara,” ungkap Ngurah.
Sebagai pelopor keselamatan berkendara, Honda aktif dengan kegiatan pengenalan safety riding sebagai salah satu upaya menanamkan benih pemahaman, mulai dari diri sendiri hingga bisa menularkan kepada keluarga, kerabat dan teman sehingga dapat menjadi pengendara motor yang berperilaku tertib dan aman.
Hal ini juga secara tidak langsung dapat turut menyebarkan pesan berkendara yang baik dan aman. Tidak hanya penting #Cari_Aman, namun cari sehat pun wajib diperhatiakan dengan selalu konsisten menggunakan masker saat berada di luar rumah. (bpn)













