
Rai Mantra mengatakan bahwa selain Bulan Bahasa Bali, Pemkot Denpasar pun turut menyediakan Dharma Negara Alaya sebagai wahana pengembangan dan penguatan kebudayaan Bali. Secara khusus untuk pelestarian lontar telah disediakan Ruang Kaja Kangin sebagai sepirit Dharmanegara Alaya.
“Jadi pada pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun ini difokuskan pada pelestarian, revitalisasi, penguatan dan pengembangan kebudayaan Bali, yakni bahasa, sastra dan aksara Bali,” ujar Rai Mantra.
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebudayaan dan globalisasi. Sehingga mampu beradaptasi terhadap kemajuan peradaban.
“Karena di era sekarang, globalisasi dan kebudayaan adalah saling berkaitan dan mempengaruhi, dimana jika Bali sudah terkenal, maka tugas generasi muda untuk memperkuat sehingga menjadi suatu hal yang spesifik dalam menghadapi adaptasi global,” jelasnya.
Sementara Ketua Panitia, I Wayan Gede Sukawidana, S.Pd., M.Pd mengatakan bahwa pelaksanaan Bulan Bahasa Bali Tahun 2021 dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Adapun kegiatan yang dilaksanakan yakni Lomba Nyurat Aksara Bali, Lomba Ngwacen Aksara Bali Ring Lontar dan Lomba Mesatua Bali.
“Semangat pelestarian, penguatan dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Bali tetap sama, hanya saja pelaksanaanya dilaksanakan secara terbatas dengan disiplin protokol kesehatan,” pungkasnya.(bpn)












