Hutang luar negeri
Ilustrasi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Besarnya defisit APBN membuat utang pemerintah mengalami kenaikan. Pada bulan Januari 2021 tercatat, utang pemerintah sudah menembus Rp6.074,56 triliun. Dengan Posisi utang pemerintah di level Rp6.074,56 triliun tersebut, rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 38,68 persen.

Kementerian Keuangan Sri Mulyani mengeklaim, komposisi utang pemerintah tetap dijaga dalam batas tertentu sebagai pengendalian risiko sekaligus menjaga keseimbangan makro ekonomi, di mana UU No. 17/2003 mengatur batasan maksimal rasio utang Pemerintah adalah 60 persen.

Menanggapi hal tersebut, akademisi bidang ekonomi yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Prof. Dr. I Komang Bendesa mengatakan, pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia mengakibatkan beban APBN semakin berat, karena alokasi anggaran banyak tersedot untuk penanggulangan Covid-19. Sehingga utang luar negeri diambil guna menutupi defisit APBN.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Publik Secara Maksimal, Wawali Arya Wibawa Tinjau MPP Kota Denpasar

“Tentunya hutang luar negeri juga sudah melalui pertimbangan dan hitungan yang matang dari tim ekonomi pemerintah dan posisi untuk saat ini tentunya masih terkendali dan itu lumrah terjadi di negara-negara lain, dan yang terpenting penggunaannya harus produktif dan bukan konsumtif semata. Nah tugas kita mendukung dan ikut mengawasi penggunaan dananya untuk kepentingan masyarakat serta pemulihan ekonomi yang saat ini sedang terpuruk akibat Covid-19,” ungkap Prof Bendesa.

Dalam hal ini, pihaknya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Bali dan masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk mendukung pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional, kurangi membuat kegaduhan semakin memperburuk situasi dan yang paling penting mari kita taati protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan. Dengan begitu kita harus optimis kondisi ini lekas berlalu dan ekonomi dapat kembali pulih.(aar/bpn)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here